BOGOR, CEKLISSATU – Siapapun akan terenyuh melihat kondisi kehidupan masyarakat yang tinggal di Barat Kabupaten Bogor, terlebih mereka yang tinggal di kaki Gunung Halimun yang jauh dari perhatian masyarakat.

“Persoalan kesehatan, pendidikan, jalan rusak dan infrastruktur lainnya memang masih menjadi PR besar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena masih banyak yang belum tersentuh,” ungkap bakal calon Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade.

Desa Malasari, bukan satu–satunya desa yang bernasib buruk, banyak desa–desa lain di setiap pelosok yang masih butuh perhatian serius pemerintah, terutama infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga : Komunitas Ojek Ciomas Kompak Dukung Bakal Calon Bupati Bogor Jaro Ade di Pilkada 2024

“Sebagai putra asli Bogor dan lahir di pelosok desa, tentunya saya tahu betul kondisi masyarakat dan paham betul apa yang dibutuhkan masyarakat,” tutur Jaro Ade. 

“Kejadian warga menggendong pasien karena akses yang buruk dan jauhnya fasilitas kesehatan selalu dialami warga yang tinggal di pelosok,” imbuh tokoh dan juga politisi Partai Golkar ini.

Sejak dirinya menjabat sebagai ketua DPRD kabupaten Bogor, Jaro Ade selalu menggaungkan pembangunan merata hingga ke pelosok desa.

Baca Juga : Ratusan Anak Yatim di Cigombong Doakan Jaro Ade Jadi Bupati Bogor 2024

“Bagai mana sebuah daerah bisa dikatakan maju, jika kemajuan hanya di perwajahan kota saja. Ingat pembangunan yang perlu di tingkatkan yakni di wilayah pedesaan. Tingkat kesejahteraan orang desa itu sangat kecil, ini tugas pemerintah,” terang Jaro Ade.

Jaro Ade pun berujar, jika dirinya terpilih dan ditakdirkan menjadi orang nomor satu di bumi Tegar Beriman, pembangunan harus merata mulai dari tingkat desa.

“Program yang digulirkan ibu Ade cukup bagus yakni satu miliar satu desa (Samisade), program itu jangan sampai hilang bila perlu kita tambahkan anggarannya,” tutur Jaro Ade. 

Baca Juga : Calon Bupati Bogor Jaro Ade Siap Tingkatkan Insentif Kader Posyandu Kabupaten Bogor

“Hingga pembangunan insfrastruktur strategis. Seperti fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan fasilitas penunjang lainnya terpenuhi di setiap desa,” tandas Jaro Ade.

Diberitakan sebelumnya, buruknya kondisi infrastruktur jalan di Desa Malasari, yang berada di perbukitan Gunung Halimun Salak ini, tak pernah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bogor.

Hingga saat ini, warga belum merasakan pelayanan infrastruktur dan kesehatan yang memadai dari pemerintah, padahal Bogor salah satu daerah penyangga Ibu Kota.

Baca Juga : Jaro Ade Hadiri Haul Gus Miek di Pondok Pesantren Al-Bahrain Leuwiliang Bogor

"Kami berangkat subuh dari Kampung Nirmala mau kontrol ke RSUD Leuwiliang, ke cegat truk mogok trus estafet tahunya sampe rumah sakit pendaftaran sudah tutup," ucap Sekdes Malasari, Uchu, Kamis (18/7/ 2024). 

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas betapa buruknya akses jalan di sana, diperparah lagi dengan tidak adanya fasilitas kesehatan.

"Gusti nu agung rek berobat oge meni nepi ka kieu," kata Uchu sebagaimana di kutip dari status perpesanan WhatsApp.

Jarak yang jauh dan kondisi jalan yang buruk menyebabkan warga harus berjuang keras demi mendapatkan pelayanan kesehatan. 

Truk mogok di jalan dan berlubang hanya menambah penderitaan masyarakat. Masyarakat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan dan memastikan fasilitas kesehatan lebih mudah dijangkau. 

Masyarakat Desa Malasari berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi jalan dan warga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan layak dan tepat waktu.