BOGOR, CEKLISSATU – Program kesehatan dan pendidikan inovatif pasangan Dokter Rayendra dan Eka Maulana jadi program unggulan yang dikenalkan pada pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bogor.
Untuk itu Dokter Rayendra melakukan audiensi pada para pengurus IPHI Kota Bogor pada Selasa 15 Oktober 2024, untuk mengenalkan program kesehatan dan pendidikan inovatif tersebut.
Wakil Ketua IPHI Kota Bogor Muhammad Usman Tonda mengatakan, audiensi yang dihadiri 200 peserta itu juga untuk penyampaian visi dan misi Dokter Rayendra dan Eka Maulana, serta silaturahmi dengan komunitas haji di Kota Bogor.
Baca Juga : Polda Jabar Ringkus 3 Pelaku Pencurian Besi Rel Kereta 5,2 Ton, KAI Rugi Rp513 Juta
“Kami sangat mengapresiasi program-program yang disampaikan oleh Dokter Rayendra. Beliau memahami tantangan di lapangan, baik dalam hal kesehatan maupun pendidikan. Ini sesuai dengan apa yang kami harapkan, bahwa pemimpin harus peduli dan paham betul dengan permasalahan masyarakat, terutama keluarga-keluarga kurang mampu,” kata Usman.
Dia juga menekankan pentingnya perhatian khusus pada jemaah haji, serta upaya pemerintah daerah dalam memfasilitasi pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat miskin.
“Kami berharap, jika terpilih, Dokter Rayendra dan timnya dapat memberikan perlakuan yang baik kepada para calon jemaah haji,” ujarnya.
Baca Juga : Pelantikan PWI Jaya 2024-2029, Panda Nababan: PWI Harus Kembali Disegani
“Selain itu, pelayanan kesehatan yang mudah diakses, termasuk melalui BPJS dan KTP, harus benar-benar dijalankan agar masyarakat miskin tidak kesulitan mendapatkan perawatan medis,” lanjutnya.
Sementara itu, Dokter Rayendra memaparkan lima program unggulan yang akan mereka jalankan jika terpilih. Salah satu program prioritas adalah mengubah Puskesmas menjadi RSUD Type D untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Bogor.
“Dengan adanya peningkatan status Puskesmas menjadi RSUD Type D, fasilitas kesehatan akan lebih lengkap, dan masyarakat bisa mendapatkan layanan medis yang lebih baik di dekat rumah mereka,” ujar Dokter Rayendra.
Baca Juga : 3 Bengkel dan 13 Kamar kontrakan Ludes Terbakar di Bandung
Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya layanan ambulans gratis di setiap kelurahan. Program ini akan dilengkapi dengan pembentukan tim penanganan cepat yang dapat diakses melalui call center 24 jam, yang siap melayani masyarakat dalam kondisi darurat.
“Kesehatan adalah hak dasar, dan pemerintah harus memastikan bahwa semua warga memiliki akses ke layanan medis, termasuk transportasi medis dalam keadaan darurat,” tambahnya.
Di bidang pendidikan, pasangan ini berkomitmen untuk membangun sekolah negeri baru di daerah-daerah yang membutuhkan dan memberikan subsidi untuk sekolah swasta bagi keluarga kurang mampu.
Baca Juga : Tingkatkan Angka Pemilih Pemula di Pilkada, KPU Kota Bogor Gencar Lakukan Ini di Sekolah-Sekolah
“Kami tidak hanya berencana membangun sekolah negeri baru, tetapi juga ingin mendukung sekolah-sekolah swasta dengan memberikan subsidi, agar anak-anak dari keluarga miskin tetap bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tutur Dokter Rayendra.