BOGOR, CEKLISSATU - Debat Pilwalkot Bogor 2024 berlangsung intens dengan perdebatan mengenai visi dan misi para pasangan calon untuk membangun Bogor yang lebih baik.
Dalam acara debat Pilwalkot Bogor yang digelar di MNC Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, para pasangan calon wali kota menyampaikan berbagai ide dan solusi untuk isu-isu utama Kota Bogor, seperti kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta pendidikan.
Pada isu kesehatan, di denat Pilwalkot Bogor, para calon menyoroti pentingnya akses layanan kesehatan yang lebih merata dan terjangkau.
Baca Juga : Catat, Ini 5 Komitmen Dokter Rayendra dan Eka Maulana di Debat Perdana Pilwalkot Bogor 2024
Beberapa kandidat mengusulkan peningkatan jumlah fasilitas kesehatan di area terpencil dan sistem layanan online untuk memudahkan warga dalam mengakses konsultasi kesehatan.
Selain itu, pengadaan lebih banyak ambulans serta layanan darurat gratis juga diusulkan oleh salah satu calon untuk mengatasi kebutuhan kesehatan mendesak.
Di bidang ekonomi, para kandidat berfokus pada upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Mereka mengemukakan program pemberdayaan UMKM, digitalisasi ekonomi lokal, serta dukungan modal bagi pengusaha kecil.
Baca Juga : Debat Pilwalkot Bogor 202,4 Dokter Rayendra: Siapkan 5 Menit Coblos Nomor 5 untuk Warga Bogor
Visi untuk menciptakan lapangan kerja melalui pelatihan keterampilan dan program wirausaha juga menjadi sorotan penting.
Semua kandidat sepakat bahwa perekonomian Bogor perlu didorong dengan inovasi dan kerjasama lintas sektor untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan muda.
Pada tema lingkungan, para kandidat sepakat akan urgensi pengelolaan sampah yang efektif dan upaya mitigasi banjir.
Baca Juga : Ini Solusi Eka Maulana Atasi Banjir di Wilayah Cibuluh Bogor Utara
Salah satu calon menekankan pentingnya membangun ruang terbuka hijau serta taman kota untuk mengurangi polusi udara dan memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat.
Dalam segmen penutup debat Pilwalkot Bogor, calon Wakil Wali Kota Bogor Eka Maulana mengucapkan kalimat penutup yang menyentuh tentang ironi masih banyaknya kekuarangan di Kota Bogor.
"Setelah ratusan tempat kami kunjungi, ribuan warga kami temui, bercengkrama, bercandaria, mendengar cerita. Kami sadari bahwa tugas besar menanti, mewujudkan sila kelima dari pancasila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di Kota Bogor,” kata Eka Maulana.
Baca Juga : Anak Muda Kota Bogor Sebut Dokter Rayendra dan Eka Maulana Mampu Jawab Aspirasi Generasi Muda
“Mahalnya biaya pendidikan, tidak meratanya akses terhadap pendidikan, rumitnya akses terhadap kesehatan, sampah-sampah yang masih berserakan, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dan berbagai masalah kesejahteraan,” tambahnya.
Eka mengatakan, dari semua permasalahan itu, pihaknya sudah menjabarkan dalam debat malam ini seperti, berobat gratis dengan KTP, subsidi murid di sekolah swasta, pembangunan alun-alun kampung dan pusat daur ulang sampah, rumah perlindungan anak dan perempuan serta pengembangan UMKM terutama untuk ibu dan anak-anak.
“Salurkan hak suara bapak-ibu dan saudara sekalian 27 November nanti. Setiap suara berperan dalam menentukan masa depan Kota Bogor. Setip suara sangat berarti untuk menentukan masa depan Kota Bogor kita tercinta. Ajak keluarga, ajak sanak saudara dan ajak seluruh warga untuk menentukan pilihan,” ajaknya.
Baca Juga : Debat Kedua Pilbup Bogor Digelar Pertengahan November 2024, KPU: Lokasi di Studio TV Jakarta
“Pilih nomor 5 pemimpin yang mencintai warganya, pemimpin yang mengutamakan warganya, pemimpin yang akan memberikan program yang terbaik bagi warganya, kebijakan yang akan selalu berpihak kepada warganya. Insya allah kami akan mengemban dengan sebaik-baiknya kepercayaan yang diberikan. Doakan kami untuk selalu amanah, istiqomah dijalan yang lurus. Doakan kami untuk selalu berbuat adil. Mari pilih nomor 5 untuk mewujudkan sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di Kota Bogor. Karena Sudah Waktunya Bogor Glowing," ucap Eka Maulana.