BOGOR, CEKLISSATU - Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi angkat bicara soal salah satu lurahnya diduga terlibat kampanye politik Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dapil Jawa Barat III (Kota Bogor-Kabupaten Cianjur).
Menurut Dudi, setelah mendapat informasi bahwa ada lurah di Kecamatan Bogor Barat terlibat kampanye politik salah satu caleg, dirinya langsung menghubungi lurah bersangkutan dan pihak Panwascam Bogor Barat.
"Kronologisnya ada acara di salah satu kelurahan di Kecamatan Bogor Barat yakni santunan anak yatim. Saat itu, caleg menitipkan amplop untuk santunan anak yatim dan memang didalamnya ada stiker tetapi tidak detail dan Pak Lurah sendiri tidak bisa mengetahui sticker itu sebab amplopnya dalam keadaan tersegel," ucapnya kepada Ceklissatu.com pada Kamis, 28 Desember 2023.
Baca Juga : Besok, Lurah di Kecamatan Barat Dipanggil Bawaslu Kota Bogor Soal Dugaan Pelanggaran Kampanye
"Ternyata ketika dibuka, stickernya sangat spesifik. Jadi dalam hal ini Pak Lurah sudah melapor ke Bawaslu untuk klarifikasi bahwa isi detail amplop itu tidak diketahui Pak Lurah," tambahnya.
Kendati demikian, Dudi menyebut bahwa siapapun yang memberikan santunan tidak mungkin pihak kelurahan menolak, namun dalam persoalan ini memang isi dari amplop yang diberikan caleg itu tidak diketahui isi detailnya.
"Mudah-mudahan bisa diselesaikan secara musyawarah dan saya sendiri telah mengimbau kepada seluruh lurah yang ada di Kecamatan Bogor Barat untuk tidak terlibat aktif dalam politik praktis. Namun terkait pemilu 2024 pada 14 Februari nanti kita memobilisasi masyarakat untuk berpartisipasi menyukseskan pemilu itu betul, tetapi menyukseskan salah satu caleg itu tidak boleh dan sangat dilarang," tegasnya.
Dudi menegaskan bahwa dirinya telah menegur secara lisan terhadap lurah yang bersangkutan. Lantaran persoalan itu ranahnya Bawaslu, Dudi pun menyerahkan prosesnya ke Bawaslu Kota Bogor.
"Jadi saya tunggu hasilnya nanti seperti apa, tetapi sebagai pimpinan saya sudah menghubungi langsung lurahnya dan lurah lainnya saya imbau harus lebih berhati-hati lagi menanggapi fenomena yang ada dalam bentuk apapun, sebab sekarang ini tahun politik," katanya.