BOGOR, CEKLISSATU – Sejumlah anak muda Kota Bogor menyatakan pendapat soal Debat Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2024.
Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor itu digelar di Aula Prof Abdullah Shiddiq, Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Sabtu 5 Oktober 2024
Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor itu dihadiri 4 calon Wali Kota dan 5 calon Wakil Wali Kota.
Baca Juga : Bawaslu Kabupaten Bogor Ingatkan Paslon Soal Larangan Kampanye di Tempat Ibadah dan Pendidikan
Debat itu menjadi wadah calon pemimpin Kota Bogor untuk menyampaikan visi, misi, dan program unggulannya.
Salah satu anggota Anak Muda Ka’bah (AMK) Kota Bogor Farid menyampaikan pandangan positifnya adanya Debat Paslon dalam masa Pilwalkot Bogor.
Menurutnya, gelaran debat merupakan forum adu gagasan yang baik untuk merawat demokrasi.
Baca Juga : Pengamanan Debat Perdana Pilgub Jakarta, Polisi: Kita Pastikan Tidak Ada Ancaman
“Debat paslon berjalan seru. Memang masyarakat butuh ajang adu gagasan seperti ini,” ujar Farid usai menonton debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor via streaming.
Ia melihat, bahwa kelima paslon sudah ada di titik maksimal sesuai latar belakang masing-masing.
Namun, ada satu paslon yang menurutnya punya gaya yang berbeda.
Baca Juga : Di Hari HUT TNI Ke-79 Polisi Orasi di Patung Kuda
“Semuanya udah bagus, sesuai latar belakang masing-masing paslon. Tapi ada yang sedikit membedakan itu paslon nomor lima, Dokter Rayendra – Eka Maulana. Mungkin karena nomor lima latar belakangnya murni profesional,” jelas Farid.
“Jadi, Dokter Rayendra sama Kang Eka keliatan lebih tegas sama to the point. Nggak bertele-tele,” lanjutnya.
Hal senada diutarakan Sarah, mahasiswa Uika yang juga menyaksikan debat paslon.
Baca Juga : Momen HUT Ke-79 TNI, Kapolres Bogor Berikan Kejutan ke Dandim 0621
Ia menyebut hampir semua paslon berusaha membangun program pemerataan dari pinggir Kota Bogor.
“Tapi sepertinya yang paling paham masalah di wilayah itu Dokter Rayendra sama Kang Eka. Mungkin gara-gara lebih sering blusukan,” sebut Sarah.
Kendati demikian, Sarah berharap, isu anak muda dapat jadi prioritas semua paslon.
Baca Juga : Jadi Tempat Curhat Warga Kota Bogor, Dokter Rayendra Siap Komitmen Tingkatkan Daya Perekonomian
Harapan ini didasari atas keberlanjutan yang perlu diciptakan untuk generasi yang akan datang.
“Semuanya (paslon) sih ngomongin anak muda. Tapi semoga nggak hanya gimmick,” pungkasnya.