“Kan kita ini dari dulu ngomongin geng motor gak selesai-selesai, anak-anak yang mengalami problem di rumah sehingga berdampak tidak sekolah tidak selesai,” ujar Dedi.
Selain itu kebijakan wajib militer tersebut juga sebagai sarana pembinaan karakter berbasis bela negara. Nantinya para siswa yang direkomendasikan untuk mengikuti wajib militer akan dirumuskan dan disepakati bersama oleh pihak kabupaten kota, orang tua siswa dan pihak sekolah.
Baca Juga: Kirab Panji dan Mahkota Binokasih Disambut Antusias Ribuan Warga dan Pelajar Kabupaten Bogor
“Hari ini kita akan merumuskan dengan para bupati walikota, nanti anak-anak yang orang tuanya sudah tidak sanggup lagi untuk mendidik nanti akan kita wajib militerkan,” kata Dedi.
“Udah nanti kabupaten kota ada beberapa kabupaten yang sudah siap. Nanti mana sih anaknya, nanti ada anak yang tawuran di jalan kita akan bawa, nanti saya panggil orang tuanya ‘mau gimana? Sanggup masih mendidik atau kita sekolahkan di sekolah militer?’” tandasnya.