"Respons yang dilakukan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut dengan pendampingan berkelanjutan yang melibatkan fakultas, tenaga kesehatan, alumni, dan mahasiswa,” tuturnya.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Lantik 12 orang Pejabat, Dedie Rachim Tekankan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi UI untuk berkontribusi aktif dalam konsorsium perguruan tinggi yang sedang dibentuk.
Senada, Ketua MRPTNI, Prof. Eduart Wolok mengatakan, pentingnya kerja bersama antarpenguruan tinggi agar berbagai inisiatif pascabencana dapat berjalan lebih terarah.
"Penanganan pascabencana tidak dapat dilakukan secara terpisah-pisah karena jika dilakukan sendiri-sendiri dampaknya akan terbatas," tuturnya.
Baca Juga: Guru Besar UMY: Program Makan Bergizi Gratis Tak Bisa Disamakan dengan Anggaran Pendidikan
"Sementara melalui kerja bersama yang kolaboratif, lintas perguruan tinggi, dan lintas disiplin, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih signifikan,” tambahnya.
UI bersama MRPTNI dan Kemendikti Saintek mendorong terbentuknya kolaborasi antarpenguruan tinggi negeri yang lebih terukur dan berkelanjutan dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.