Dalam pernyataan keduanya, Dr. Rita menyoroti manfaat langsung kegiatan ini bagi pengembangan riset dan pengajaran di fakultas.
"Bagi dosen FISIP, pengalaman melihat langsung tata kelola industri berteknologi tinggi ini adalah bahan riset yang sangat kaya. Kami ingin memastikan kurikulum dan riset kami adaptif terhadap tantangan zaman. Pemahaman tentang dampak sosial dan regulasi teknologi drone, misalnya, adalah wujud nyata upaya kami menjadikan FISIP sebagai bagian dari 'Kampus Berdampak' yang responsif terhadap isu global," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Djuanda, Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P., melihat kunjungan ini dari kacamata tata kelola kolaboratif (collaborative governance).

"Dari perspektif Administrasi Publik, apa yang dilakukan UTeM dengan industri pesawat dan drone-nya adalah contoh konkret keberhasilan model kolaborasi antara akademisi dan industri. Ini menjadi benchmarking yang sangat berharga bagi kami tentang bagaimana merancang kebijakan publik dan tata kelola organisasi yang mampu menstimulasi inovasi. Model manajemen seperti ini yang ingin kami pelajari dan adaptasi dalam pengembangan prodi ke depannya," jelas Faisal.

Baca Juga: Sains Komunikasi FISIP UNIDA Gelar LOKO 2026 dengan Pameran Karya Jurnalistik Mahasiswa


Setelah agenda di UTeM, delegasi FISIP UNIDA akan melanjutkan persiapan untuk presentasi dalam ASEANACA International Conference (6th ICOSTELM 2026) serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional.