BOGOR, CEKLISSATU.COM - IPB University menempati peringkat 42 dunia dalam Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Rankings 2026.
Peringkat itu juga sekaligus menjadikan IPB University kampus terbaik di Indonesia untuk riset interdisiplin berkat penguatan kolaborasi, fasilitas penelitian modern, dan komitmen inovasi lintas bidang.
Posisi IPB University itu naik dibanding tahun lalu (posisi 60).
Baca Juga: IPB Gandeng Pakar Gelar FGD Bahas Tata Kelola Kawasan Puncak, Dorong Sinergi Ekologi dan Ekonomi
Posisi ini kembali menempatkan IPB University di urutan pertama di Indonesia dengan raihan skor 69,7. Disusul oleh Institut Teknologi Bandung (64,2), Universitas Indonesia (64,0), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (62,5).
Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan bahwa kampus telah berkomitmen untuk mendukung pengembangan interdisciplinary science atau sains interdisiplin.
"IPB University memiliki fasilitas fisik yang memadai untuk mendukung penelitian interdisipliner. Ada Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin (CTSS), laboratorium, perpustakaan utama, inkubator, dan hub inovasi, yang menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi," kata Prof Arif, dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Takjub Dengan Inovasi Para Peserta BIA 2025
Ia mengurai, IPB University juga memiliki laboratorium hidup antara lain Hutan Taman Kampus, beragam arboretum, perkebunan/peternakan pendidikan, stasiun budi daya laut, situs konservasi in situ, dan lainnya.
"Pembentukan konsorsium riset secara nasional dan internasional juga terus kami dorong. IPB University memberikan insentif penelitian interdisipliner dengan menawarkan dukungan hibah untuk publikasi dan sitasi, khususnya bagi staf akademik yang menerbitkan di jurnal yang mencakup berbagai disiplin ilmu," ucapnya.
Cakupan Interdisciplinary Science Rankings 2026 saat ini telah diperluas.
Baca Juga: IPB University Kembangkan Biobank dan ART untuk Lindungi Badak Jawa dan Sumatra dari Kepunahan
Mencakup proyek penelitian dari beberapa disiplin ilmu yang dikombinasikan dengan satu atau lebih disiplin ilmu non-STEM seperti ilmu sosial, pendidikan, psikologi, hukum, ekonomi, atau klinis dan kesehatan.
Pemeringkatan ini merupakan upaya untuk mengukur kontribusi dan komitmen universitas terhadap sains interdisipliner.
Berdasarkan laman timeshighereducation.com, ada sebanyak 911 universitas dari 94 negara/wilayah yang masuk pemeringkatan.
Baca Juga: Marak Tindak Kriminal Akibat Judol, Sosiolog IPB University: Pemerintah Harus Tegas
Massachusetts Institute of Technology (MIT) menempati peringkat pertama dalam dua tahun berturut-turut.
Nanyang Technological University, Singapura berada di peringkat kelima dan merupakan universitas dengan peringkat tertinggi di Asia.
Wageningen University and Research (WUR), Belanda memimpin Eropa di posisi kesembilan secara keseluruhan.