JAKARTA, CEKLISSATU - Dalam era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya integrasi teknologi itu dalam sektor pendidikan.
Brian Yuliarto mengungkapkan, bahwa Indonesia dengan sistem pendidikan terbesar ke-4 di dunia yang melayani lebih dari 50 juta siswa, 3,3 juta guru, dan 430 ribu sekolah, melihat urgensi untuk memanfaatkan kecerdasan buatan guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Integrasi AI atau kecerdasan buatan dalam pendidikan bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, meningkatkan efisiensi para pendidik, serta memperluas aksesibilitas layanan pendidikan," ujarnya dikutip dari laman Kemdiktisaintek, Senin (16/6/2025).
Baca Juga: AI Banyak bermanfaat untuk Pekerjaan dan Konten, Tapi Apakah Membuat Manusia Jadi Malas?
Indonesia telah mengambil langkah nyata dalam mengimplementasikan komitmen ini dengan melengkapi sekolah-sekolah dengan teknologi digital dan meluncurkan platform pembelajaran nasional berbasis AI yang disebut “Supperapp Rumah Pendidikan.”
Platform ini dirancang untuk memberikan akses layanan pendidikan yang terkurasi dan lebih personal bagi siswa, guru, dan sekolah.
Mulai tahun ini, Indonesia juga mengajarkan dasar-dasar kecerdasan buatan dan coding kepada siswa dari tingkat dasar hingga menengah.
"Kami menargetkan 50% dari lebih 100.000 sekolah di seluruh nusantara akan mengajarkan AI dan coding pada tahun 2028," tambahnya.
Baca Juga: SMAIT Al-Madinah Bogor Sambut Baik Workshop AI, Gunakan Secara Bijak Dalam Pendidikan
Dia mengatakan, integrasi kecerdasan buatan harus dilakukan dengan bijaksana, dengan mempertimbangkan etika, inklusivitas, sensitivitas kebudayaan, dan perspektif yang berpusat pada manusia.
Dia juga secara khusus menekankan pentingnya kolaborasi bersama dalam tantangan perkembangan digital.
"Kami mendorong kolaborasi antar negara, khususnya dalam konteks BRICS, untuk berbagi praktik terbaik dan mendorong tata kelola yang bertanggung jawab dalam memanfaatkan potensi AI di bidang pendidikan," ungkapnya.
Baca Juga: Teknologi Kuantum Jadi Kunci Masa Depan Jaringan 6G, Peneliti ITB: Perlindungan Data Lebih Aman
Dalam konteks pendidikan tinggi, Indonesia mendukung inisiatif untuk membangun ruang bersama di bidang pendidikan tinggi di seluruh negara BRICS.
"Kami percaya bahwa ini penting untuk memenuhi kebutuhan pasar talenta global yang semakin mobile dan kompetitif," katanya.