BOGOR, CEKLISSATU.COM - IPB University resmi menyatukan kedokteran dan gizi melalui pembentukan Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) sebagai upaya menghadirkan model baru pendidikan kesehatan terintegrasi.
Langkah strategis itu ditegaskan Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet untuk menjawab tantangan kesehatan nasional yang semakin kompleks, berbasis biosains, pangan, dan pendekatan one health.
Dr Alim Setiawan Slamet menuturkan, penggabungan Fakultas Kedokteran dan Departemen Gizi Masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan keilmuan, pendidikan, dan riset di bidang kesehatan dan gizi yang terintegrasi, relevan dengan tantangan nasional dan global.
Baca Juga: Dari AI hingga Bedah Robotik, Fakultas Kedokteran IPB University Siap Jadi Motor Inovasi Medis
Selain itu, ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan arah transformasi IPB University sebagai universitas berbasis biosains dan agromaritim, sekaligus penguatan paradigma one health dan life-course approach.
"Integrasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ilmu kedokteran dan gizi yang terintegrasi, berbasis biosains tropika, serta berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat," katanya dikutip daari keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr dr Ivan Rizal Sini menjelaskan, bahwa pembentukan FKGiz berangkat dari kebutuhan akan pendekatan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Baca Juga: RSUD Kota Bogor Jadi Pusat Pelatihan Dokter Militer untuk Medis dan Keamanan Nasional
"Indonesia masih menghadapi persoalan serius seperti stunting, malnutrisi, penyakit metabolik, kesehatan ibu dan anak, serta beban ganda penyakit menular dan tidak menular," ujarnya.
"Tantangan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan kedokteran klinis. Integrasi kedokteran dan gizi menjadi kunci untuk memperkuat sistem kesehatan nasional," tambahnya.
Menurutnya, IPB University memiliki modal akademik yang kuat untuk mengembangkan pendekatan tersebut.
Baca Juga: Optimis Kota Bogor Bebas Stunting, Jenal Mutaqin Beberken Strategi Pemkot
"IPB memiliki keunggulan historis di bidang pertanian, pangan, dan gizi. Karena itu, melalui FKGiz kami memposisikan pendidikan kedokteran dalam kerangka hulu ke hilir kesehatan," kata Dr Ivan.
Melalui pendekatan ini, ia melanjutkan, faktor gizi, pangan, lingkungan, dan perilaku tidak dipandang sebagai pelengkap, tetapi menjadi bagian integral dalam memahami penyakit dan upaya pencegahannya.
"Kami ingin lulusan FKGiz mampu melihat masalah kesehatan secara utuh, dari pencegahan hingga tata laksana klinis," tambahnya.
Lebih jauh, FKGiz dirancang untuk menghasilkan dokter dengan pendekatan ilmu komunitas berbasis herbal yang kuat, serta pemahaman mendalam tentang gizi dan sistem pangan.
Integrasi ini juga memperkuat penerapan model Longitudinal Integrated Clerkship (LIC).
"Model ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman klinik yang berkesinambungan dan kontekstual, sekaligus mendorong penguatan riset translasional dan efisiensi akademik," jelas Dr Ivan.
Baca Juga: Perkuat Sistem Timber Tracking, IPB University Kembangkan Teknologi Identifikasi Kayu Berbasis DNA
Sebagai bagian dari pengembangan fakultas, IPB University juga membuka Program Studi Nutrisionis pada tahun ini.
Program ini hadir untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan layanan gizi berkualitas dengan ketersediaan tenaga nutrisionis yang terstandar.
“Kolaborasi antara dokter dan nutrisionis sejak masa pendidikan sangat penting untuk membangun layanan kesehatan yang holistik, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Peresmian Layanan Baru Cath Lab di RSUD Cibinong
Untuk mendukung proses pendidikan dan praktik klinik, IPB University juga merencanakan pengembangan rumah sakit pendidikan.
Fasilitas ini akan menjadi wahana pembelajaran interprofesional sekaligus pusat riset dan layanan kesehatan promotif dan preventif.
"Rumah sakit pendidikan IPB dirancang sebagai ruang kolaborasi nyata antara dokter dan nutrisionis," ungkapnya.
Baca Juga: Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Utama, RSUD Cibinong Bogor Lakukan Ini
Dari sisi prospek kerja, lulusan FKGiz memiliki peluang luas di layanan kesehatan primer dan rujukan, program kesehatan masyarakat, industri pangan dan nutrisi, pemerintahan, hingga lembaga riset nasional dan internasional.
"Kami optimistis FKGiz akan melahirkan sumber daya manusia kesehatan yang berkontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia," tutup Dr Ivan.