BOGOR, CEKLISSATU.COM – Ambruknya atap bangunan SMAN 2 Gunung Putri berdampak lebih luas dari sekadar tiga ruang kelas yang rusak. 

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat, Cucu Salman, mengatakan kegiatan belajar mengajar tetap harus berjalan, namun sekolah perlu menenangkan situasi dan memastikan keselamatan siswa.

Ia menjelaskan, kekhawatiran tidak hanya tertuju pada tiga ruang kelas yang terdampak langsung, melainkan juga ruang lain yang berada dalam satu konstruksi bangunan.
Baca Juga: Imbas Atap Sekolah Ambruk, KBM SMAN 2 Gunung Putri Diliburkan hingga Ada Izin Tim Teknis

“Selain tiga ruang kelas yang terdampak langsung, ruangan lain pada pembangunan yang sama kami khawatir terjadi musibah lagi,” katanya, Jumat (23/1/26).

Cucu menyebut, pihaknya tengah menyiapkan berbagai skema pembelajaran alternatif, meski masing-masing memiliki tantangan tersendiri.

“Sementara sekarang daring dulu kemudian berikutnya kami coba untuk daring dan luring walaupun mungkin dari sisi pembelajaran akan mengurangi kuantitas dalam jam pembelajaran,”jelasnya.

Baca Juga: Atap Tiga Ruang Kelas SMAN 2 Gunung Putri Kabupaten Bogor Ambruk

Namun, ia mengakui pembelajaran daring penuh bukan solusi ideal dalam jangka panjang.

“Yang jelas kan kalau daring terus kami pun agak kesulitan untuk mengontrol siswa dalam hal pembelajaran dan etika, Mudah-mudahan sih tujuan pembelajarannya tetap tercapai,” kata Cucu.

Untuk sementara, Ia memastikan pembelajaran SMAN 2 Gunung Putri akan dimulai secara daring, sebelum beralih ke skema lain sesuai kondisi di lapangan.