Selanjutnya, Ketua BEM FISIP UNIDA, Muhammad Nabil Lazuardy, menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini harus menjadi langkah awal menuju implementasi nyata, bukan sekadar forum diskusi.
“Kami menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan studi banding ini dengan lancar. Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk menambah wawasan, bertukar ide, serta memperluas jaringan antarorganisasi,” ujarnya.
Adapun rangkaian kegiatan berlangsung dengan pemaparan program kerja masing-masing BEM, dilanjutkan dengan forum diskusi interaktif serta sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu aktual seputar kepemimpinan mahasiswa dan penguatan kapasitas organisasi. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif dari seluruh peserta.
Untuk menciptakan suasana yang lebih cair dan menyenangkan, kegiatan juga diisi dengan sesi ice breaking dan permainan interaktif. Momen ini tidak hanya menambah keseruan acara, tetapi juga mempererat hubungan antarpeserta dari kedua kampus.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaboratif, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan formal, melainkan ruang pembelajaran bersama yang membuka wawasan baru serta memperkuat hubungan kelembagaan organisasi mahasiswa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara BEM FISIP Universitas Djuanda Bogor dan BEM FIS Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi serta memperkuat peran mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman.