Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menyampaikan kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi kolaborasi dengan Ikatan Alumni FTUI, khususnya dalam pendampingan teknis dan penerapan mitigasi bencana secara berkelanjutan di Aceh Tengah.
“Kami menyambut baik keterlibatan Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang tidak hanya hadir dengan bantuan kemanusiaan, tetapi juga dengan pendekatan keilmuan dan teknologi," ungkap Muchsin dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Kapolda Aceh Serahkan Ribuan Karung Bibit Tanaman Untuk Masyarakat Aceh Tamiang
"Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan Aceh Tengah yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang yang menyapu permukiman dan area persawahan warga di empat desa, yakni Toweren Toa, Toweren Uken, Toweren Antara, dan Toweren Uwaq.
Kerusakan fasilitas serta terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat menjadi perhatian utama dalam dialog antara FTUI, warga, dan pengelola posko yang berlangsung di meunasah setempat.
Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam proses pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Hujan Lebat Guyur Aceh Timur, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong
“Mesin dan alat yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi, solidaritas, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Kemas juga meninjau rumah adat di Desa Toweren yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.