NusaEdufy mengusung model berlangganan senilai Rp30 ribu per bulan dengan manfaat jangka panjang bagi tumbuh kembang anak. Analisis pasar menunjukkan potensi besar, di mana dari 12 juta anak usia dini di perkotaan Indonesia, sekitar 4,5 juta di antaranya sudah memiliki akses ke ponsel pintar.
Meski tantangan, seperti manajemen tim lintas kampus dan keterbatasan komunikasi, sempat menghambat, namun semangat mereka tetap menyala. Dalam peta jalannya, NusaEdufy akan menambah konten budaya dari berbagai daerah dengan menggandeng Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) hingga menjajaki kemitraan dengan beberapa instansi pemerintah.
Di balik semua inovasi itu, tim NusaEdufy sepakat pada satu pesan penting, yaitu gawai bukanlah alat untuk menenangkan anak, melainkan sarana belajar yang perlu diawasi.
Produk inovasi NusaEdify turut didukung oleh Ketua Prodi Bisnis Kreatif Vokasi UI Hadining Kusumastuti. Dia mengapresiasi pencapaian tim yang berhasil memperoleh dana sebesar Rp50 juta dari Program Pendanaan Inkubasi dan Akselerasi Vokasi.
“Keberhasilan NusaEdufy mendapatkan pendanaan inkubasi sebesar Rp50 juta menunjukkan bahwa ide kreatif mereka bisa diakui dan dipercaya untuk diwujudkan menjadi solusi nyata," terangnya.
'Mereka berhasil memadukan pendidikan, teknologi, dan budaya menjadi inovasi yang relevan dan berdampak. Kami sangat bangga karena karya ini sejalan dengan misi UI dalam mendukung lahirnya innovator muda yang membawa perubahan positif bagi masyarakat,” ujar Hadining.