“Alhamdulillah, ini pengalaman yang luar biasa. Melalui ICSM, saya belajar tentang kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta bagaimana membawa nilai-nilai santri ke tingkat global. Terima kasih kepada keluarga, dosen pembimbing, kampus tercinta dan teman-teman yang selalu mendukung saya selama proses ini,” tutur Afifah.
Lebih lanjut, Afifah menyampaikan bahwa prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan karakter, pendidikan, dan diplomasi budaya.
“Saya percaya santri dan mahasiswa UNIDA memiliki potensi besar untuk berperan di dunia internasional. Kuncinya adalah berani bermimpi, berproses, dan terus belajar,” tambahnya.
Sebagai informasi, International Conference Santri Mendunia (ICSM) merupakan ajang tahunan berskala internasional yang menghadirkan santri dan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti serangkaian kegiatan di luar negeri. Melalui ICSM, para peserta berkesempatan memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menjadi representasi generasi muda Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing.