Dalam materinya, Ahmad Jiddan menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dasar yang wajib dimiliki calon jurnalis. Menurutnya, rasa percaya diri dan keberanian menjadi modal utama karena wartawan akan berhadapan dengan beragam karakter narasumber di lapangan. Selain itu, pemahaman mendasar terhadap unsur 5W+1H juga dinilai krusial agar mahasiswa mampu merangkai tulisan jurnalistik secara runtut dan logis. Jiddan menambahkan bahwa menulis adalah bagian dari jam kerja yang membutuhkan proses, di mana intuisi akan terasah seiring pengalaman dan jam terbang di lapangan.
"untuk menjadi wartawan minimal kita mengerti 5W+1H, biar bisa merangkai tulisan dengan baik," ungkapnya.
Baca Juga: Mahasiswi FISIP UNIDA Raih Prestasi Internasional di International Conference Santri Mendunia
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa. Khalil Alkhairi, salah satu mahasiswa FISIP, mengungkapkan bahwa kelas Bahasa Jurnalistik kali ini terasa berbeda karena diisi langsung oleh praktisi wartawan.
“Sangat amat mengesankan bagi saya, terutama di kelas Bahasa Jurnalistik yang diisi oleh wartawan langsung yang merupakan abang-abangan dari FISIP,” ujar Khalil.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sains Komunikasi FISIP Universitas Djuanda berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung mengenai tantangan, etika, dan realitas kerja wartawan di lapangan sebagai bekal menghadapi dunia kerja ke depan.
-Balqis, Firman