Aziz menggambarkan acara sosialisasi berlangsung interaktif. "Warga dikenalkan pada komponen AWS, cara membaca data, serta potensi pemanfaatannya dalam menentukan waktu tanam, menyusun strategi irigasi, dan mengantisipasi risiko pertanian," paparnya.
Salah satu momen menarik terjadi saat Ketua Bamuskal, Prapto Sediyono dengan nada bercanda menanggapi data prakiraan
“Dari data ramalan, tanggal 27 itu hujan ya, awas kalau salah ya,”Sontak gurauan itu disambut tawa riuh dari peserta. Tim mahasiswa menjelaskan bahwa akurasi prediksi akan meningkat seiring waktu, idealnya setelah pengumpulan data harian selama tiga bulan hingga satu tahun.
Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan ini. Tingginya partisipasi mencerminkan antusiasme warga terhadap penerapan teknologi dalam sektor pertanian. Para petani berharap keberadaan AWS dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta membuka ruang diskusi lanjutan. "Termasuk integrasi data cuaca dengan sistem peringatan dini hama tanaman," ujar Suyadi, ketua RW 001 yang juga Ketua Kelompok Tani.