JAKARTA, CEKLISSATU -- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) menunjukkan aksi nyatanya dengan turut hadir dalam acara Kumpul Fakta yang digelar di Gedung KLY bersama Liputan6.
Acara yang berlangsung pada Kamis 28 November 2024 ini menjadi langkah penting dalam upaya melawan penyebaran hoaks yang semakin marak, terutama di bidang kesehatan.
Mengusung tema "Hoaks Kesehatan dari Nasi Putih sampai Vaksin, Apa Kata Dokter?" ini menghadirkan Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, dari RS EMC Pulomas, sebagai narasumber utama, serta Edu Krisnadefa sebagai Redaktur Pelaksana (Redpel) Liputan6.com.
Baca Juga : Profesor Heri Hermansyah Resmi Dilantik Jadi Rektor UI Periode 2024-2029, Gantikan Ari Kuncoro
Acara ini juga dihadiri mahasiswa dari berbagai universitas, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Esa Unggul, Universitas Djuanda (UNIDA), dan Universitas Moestopo, yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk berkontribusi dalam melawan penyebaran informasi palsu.
Pemimpin Redaksi (Pemred) Liputan6.com, Elin Kristanti dalam sambutannya mengatakan, hoaks merupakan ancaman nyata yang harus diperangi bersama.
"Hoaks, terutama di bidang kesehatan, bukan hanya sekadar informasi palsu, tapi juga ancaman nyata bagi kehidupan. Di era digital ini, berita bohong dapat menyebar lebih cepat daripada kebenaran, dan dampaknya bisa sangat fatal," ungkapnya.
"Oleh karena itu, melalui acara ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan literasi media dan menjadi bagian dari orang – orang yang memerangi hoaks terutama di bidang kesehatan," tambahnya.
Baca Juga : Terparah dalam 10 Tahun Terakhir, BPBD Jabar Sebut Ini Faktor Utama Penyebab Bencana Sukabumi-Cianjur
Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Pulomas Dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan, penyebab hoaks kesehatan masih tersebar luas di tengah masyarakat adalah masih minimnya literasi khususnya terkait dengan kesehatan.
“Salah satu alasan masih maraknya hoaks kesehatan adalah karena minimnya literasi kesehatan di kalangan masyarakat. Banyak orang tidak tahu cara membedakan informasi medis yang valid dan yang hanya sekadar opini atau hoaks," bebernya.
"Akibatnya, mereka lebih mudah terjebak dalam penyebaran disinformasi yang dapat membahayakan kesehatan individu maupun publik. Terlebih isu ini sering kali menyentuh topik sensitif, karena menyangkut keselamatan jiwa," ucapnya.
"Isu-isu tersebut dengan mudah memancing emosi masyarakat, sehingga informasi yang tidak terverifikasi lebih cepat dipercaya dan disebarkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Redpel Liputan8.com menyampaikan bahwa acara Kumpul Fakta merupakan langkah penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya hoaks, terutama dalam isu-isu kesehatan.
“Kumpul Fakta ini dilaksanakan sebagai salah satu bagian dari kampanye digital dalam Perangi hoaks, diharapkan tidak hanya dari elemen media, atau masyarakat sipil yang khusus bergerak di ranah literasi digital," katanya.
"Namun partisipasi aktif seluruh masyarakat terutama Mahasiswa sebagai agen perubahan ikut memerangi hoaks melalui cek fakta atau verifikasi dengan akurat terkait berita yang ada, dan menginformasikannya kepada seluruh elemen masyarakat yang menjadi korban hoaks,” ungkap Edu.
Acara ini juga diselingi kuis dengan hadiah menarik yang disambut antusias oleh tamu yang hadir. Selain itu hadir pula Pemeriksa Fakta Liputan6.com, Pebrianto Eko Wicaksono yang memaparkan cara mudah untuk mendeteksi hoaks.
“Cara mudah untuk mendeteksi apakah berita itu hoaks atau fakta ialah yang pertama, melihat informasi apakah mengandung emosional atau tidak, karena berita hoaks cenderung menggunakan kata kata yang emosional dibanding rasional," ucap Eko.
"Lalu saring terlebih dahulu berita yang kamu baca, sebelum kamu sharing ke orang lain, ini penting untuk mengurangi orang lain ikut terjerumus dalam berita bohong, hati – hati juga karena hoaks sekarang bias melibatkan AI (Artificial Intelligence), kalian bias menggunakan tools berupa fact image detector untuk mendeteksi hoaks berupa gambar visual,” tambah Eko.
Kumpul Fakta merupakan inisiatif dari Liputan6 yang bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam memfilter informasi yang beredar di berbagai platform, khususnya media sosial.
Acara ini menjadi ajang kolaborasi antara media, akademisi, dan masyarakat untuk melindungi publik dari bahaya hoaks.