Tim PKM, Wildan Munawar SEI., MA, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut mencakup strategi branding produk mulai dari desain label hingga pemilihan bahan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan agar lebih kompetitif di era digital.
“Dengan kemasan dan label yang lebih menarik, produk UMKM Desa Ciherang Pondok kini memiliki nilai tambah. Konsumen juga lebih mudah mengenali dan memesan produk melalui kontak informasi pada setiap kemasan,” ujarnya.
Para pelaku UMKM yang terlibat turut menampilkan hasil pengembangan produk mereka. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pendampingan ini berdampak langsung terhadap peningkatan minat beli.
Baca Juga: FISIP Unida Bersama Disbudpar dan Komite Ekraf Kabupaten Bogor menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk Gali Potensi Strategi Kolaborasi Pengembangan Ekraf
“Setelah kemasan dan label kami diperbaiki, produk jadi lebih menarik dan mudah dikenali konsumen,” tuturnya.
Kegiatan evaluasi diakhiri dengan sesi diskusi antara tim pemonev, pelaksana program, dan para pelaku UMKM untuk membahas tindak lanjut, termasuk pelatihan pemasaran digital bagi produk unggulan desa.
Ketua PKM, Muhammad Komarudin, S.E.Sy., M.A., menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pelaku usaha.