Ia menambahkan bahwa penguatan karakter dan keilmuan harus berjalan beriringan, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab serta  peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang mengaitkan materi dengan fenomena komunikasi digital, kebijakan publik, serta praktik dakwah di media sosial.

Melalui Kurma & Onta, FISIP UNIDA berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang dialog yang mencerahkan dan relevan, sekaligus memperkuat karakter mahasiswa sebagai komunikator dan analis kebijakan yang beretika, berintegritas, dan bertauhid.