“Cuti melahirkan harus dipandang bukan sebagai beban, tetapi investasi negara pada generasi masa depan. Skema pembiayaan bisa melibatkan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan sektor swasta,” jelasnya kepada Ceklissatu.com.
Lebih jauh, ia mengusulkanm fleksibilitas kerja bagi ibu pasca melahirkan, seperti opsi kerja dari rumah dan pengaturan jam kerja yang lebih ramah bagi ibu menyusui.
"Kami mendorong adanya fleksibilitas kerja bagi ibu yang baru melahirka, seperti opsi bekerja dari rumah dan penyesuaian jam kerja yang lebih ramah bagi ibu menyusui," ujarnya.
Baca Juga: Sesosok Bayi Perempuan Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Bantaran Kali Ciluar
Penelitiannya difokuskan pada buruh pabrik garmen di Bandung, daerah yang menjadi pusat industri dengan mayoritas pekerja perempuannya. Pilihanm ini sejalan dengan semangat IPB yang menekankan keberpihakan pada kelompok termarjinalkan.
Kini, dengan gelar doktor di tangan, Farahdibha berharap hasil penelitiannya dapat menjadi dasar penguatan kebijakan ketenagakerjaan perempuan di Indonesia, sekaligus menghapus ketimpangan yang selama ini membayangi para ibu pekerja.