BOGOR, CEKLISSATU.COM– Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah menyiapkan sekolah ini sebagai salah satu model pendidikan unggulan dengan konsep berbeda dari sekolah pada umumnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti mengungkap sejumlah detail penting mengenai SNT, mulai dari kurikulum, seleksi guru dan siswa, hingga fasilitas pendidikan yang diberikan secara gratis.
Abdul Mu'ti mengatakan, SNT akan menggunakan kurikulum nasional plus. Kurikulum nasional tetap menjadi fondasi utama, tetapi diperkuat dengan berbagai keunggulan tambahan.
“Standar kurikulum nasional tapi plus. Plusnya itu adalah keunggulan dalam bidang bahasa, kemudian kita tambahkan keunggulan akademik, olahraga, dan sebagainya,” ujar Abdul Mu'ti kepada awak media, Senin (10/8/2026).
Bukan Sekolah Biasa, Siswa Hanya 40 Per Angkatan
Salah satu hal yang membedakan SNT adalah jumlah peserta didiknya yang sangat terbatas.
Untuk jenjang SMP, pemerintah hanya menerima 40 siswa pada angkatan pertama. Jumlah yang sama juga diterapkan untuk jenjang SMA.
Dengan demikian, dalam satu sekolah hanya terdapat 80 siswa pada angkatan pertama, terdiri dari 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA.
Jumlah tersebut akan dipertahankan untuk menjaga kualitas pembelajaran dan memastikan proses pendidikan berjalan optimal.
Seleksi siswa pun dilakukan secara ketat. Pemerintah mempertimbangkan sejumlah indikator, mulai dari rekomendasi kepala sekolah dan kepala daerah, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), kemampuan akademik dan nonakademik, hingga hasil tes skolastik.