BOGOR, CEKLISSATU.COM - Fakultas Kedokteran (FK) IPB University terus memperkuat perannya dalam pengembangan teknologi kesehatan nasional, mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga bedah robotik, sebagai upaya mendorong inovasi medis dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Memasuki tahun ketiga sejak berdiri, FK IPB University terus berkembang dan meraih capaian signifikan di bidang pendidikan, penelitian, dan transformasi teknologi kesehatan.
Dekan Fakultas Kedokteran IPB University, Dr dr Ivan Rizal Sini menyampaikan, bahwa IPB University tidak hanya dikenal dari kekuatan agromaritim, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan dunia kedokteran.
Baca Juga: IDI Kabupaten Bogor Tekankan Pentingnya Pemahaman Aspek Hukum bagi Tenaga Medis di Era Society 5.0
"Fakultas Kedokteran saat ini sudah memasuki tahun ketiga dan kami memiliki jumlah dosen serta mahasiswa yang sangat ideal sebagai investasi awal pembangunan fakultas," ujarnya dikutip dari keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, FK IPB University telah menyelesaikan proses akreditasi pada akhir tahun 2025 dan tetap menjaga konsistensi pengembangan sesuai Rencana Strategis (Renstra).
"FK IPB University juga telah menerapkan community based health education melalui kurikulum transformasi yang berkesinambungan sejak jenjang mahasiswa," urai Dr Ivan.
Baca Juga: Kajian IPB: Tak Ada Bukti Kuat PT TBS Jadi Penyebab Banjir Bandang DAS Garoga
Pendalaman klinis, paparan teknologi medis sejak dini, serta pengembangan genomik, herbal, dan pendekatan one health menjadi bagian penting dalam arah pengembangan tersebut.
Seluruh konsep ini, sebutnya, diterjemahkan dalam investasi sarana-prasarana, termasuk rencana rumah sakit pendidikan dan klinik komunitas.
Dalam konteks transformasi teknologi, Dr Ivan menyoroti perubahan besar pascapandemi COVID-19 yang mendorong adopsi digital, telemedicine, electronic medical record, kecerdasan buatan (AI), hingga robotika.
Baca Juga: Indonesia Jadi Pelopor Dunia dalam Transformasi Kesehatan Berbasis AI
Ia menegaskan, bahwa data menjadi modal utama dalam pengembangan layanan kesehatan modern.
"Dengan basis data yang kuat dan tata kelola yang tepat, kita dapat mengembangkan big data analytic capability yang terintegrasi dengan kapasitas IPB University secara menyeluruh," jelasnya.
Salah satu sorotan utama adalah pengembangan bedah robotik (robotic surgery) sebagai bagian dari layanan kuratif.
Baca Juga: Lima Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI Raih Beasiswa ke LUMC Belanda, Dekan: Perluas Wawasan Akademik
Menurut Dr Ivan, teknologi ini memungkinkan tindakan medis yang lebih presisi, minim perdarahan, dan pemulihan lebih cepat.
"Bedah robotik bukan robot yang menggantikan dokter, tetapi dokter yang mengendalikan robot dengan tingkat akurasi tinggi," katanya.
Ia mencontohkan, operasi yang sebelumnya membutuhkan waktu pemulihan panjang kini dapat dilakukan dengan rawat inap singkat.
Ia juga menekankan tantangan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia, terutama keterbatasan akses dokter spesialis di daerah.
Dalam hal ini, pengembangan telesurgery dan kebijakan kesehatan adaptif menjadi peluang transformasi layanan nasional.
Dr Ivan menilai, IPB University memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui kolaborasi lintas fakultas, mulai dari riset AI, pengembangan perangkat medis, pelatihan tenaga kesehatan, hingga kajian kebijakan dan ekonomi kesehatan.
Baca Juga: PSC 119 Kota Bogor Layani Pengobatan Gratis 24 Jam, Jemput Bola Hingga Edukasi Warga
"Teknologi kedokteran adalah investasi jangka panjang. IPB University siap menjadi bagian dari ekosistem yang membangun akses layanan kesehatan yang berkualitas," katanya.