Yomi menjelaskan bahwa seluruh pemain wajib berdomisili di Kabupaten Bogor dan melampirkan Kartu Keluarga. Atlet dari luar daerah tetap bisa ikut dengan syarat membuat pernyataan kesediaan mematuhi aturan wilayah.
“Showcase KU-15 ini akan memberi dampak besar bagi proses regenerasi. Kami berharap lahir pebasket muda potensial yang kelak menjadi tumpuan masa depan Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Dua Skema Pelatda: 5 Wilayah atau Sentralisasi di Pakansari
Baca Juga: 111 Games dalam 2 Hari, Sejarah Terukir di Seri Jawa Mandiri SSS 3x3 Indonesia Tournament
Untuk pembinaan jangka panjang, Perbasi menyiapkan dua skema Pelatda KU-15:
1. Pelatcab di lima wilayah Kabupaten Bogor, atau
2. Sentralisasi Pelatda di GOR Laga Tangkas Pakansari, yang difasilitasi sarana lengkap mulai dari lintasan atletik, weight room, hingga lapangan basket berstandar nasional.
Program ini mendapat dukungan dari Dispora Kabupaten Bogor, KONI Kabupaten Bogor, serta kolaborasi dengan Bogor Hornbills.
Pendidikan Terpusat untuk Memaksimalkan Monitoring Atlet
Selain aspek teknis, Perbasi juga mempertimbangkan pemusatan pendidikan para atlet. Yomi menyebut rencana menyatukan atlet dalam satu sekolah terpadu agar memudahkan pemantauan perkembangan akademik maupun performa basket mereka.