BANDUNG, CEKLISSATU - Sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Kota Bandung, Jawa Barat alami penumpukan.
Penumpukan sampah di TPS itu diduga karena adanya pembatasan ritasi untuk pembuangan sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudi Prayudi mengatakan, penumpukan sampah di TPS itu juga karena masih adanya gap antara produksi sampah dengan kapasitas olah sampah, akibatkan sampah yang harus dibuang ke TPA, alami penumpukan di TPS.
Baca Juga: Pengelola Pasar Induk Caringin Bandung Terancam Pidana Karena Masalah Sampah
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan lakukan solusi jangka pendek untuk mengurai sampah yang menggunung di TPS. Di antaranya meningkatkan Kawasan Bebas Sampah (KBS) pada tingkatan RW.
"Peningkatan RW KBS, dari eksisting baru 414 RW KBS, ke depan ditarget menjadi minimal 500 RW KBS, sehingga target 30 % dari 1596 RW se Kota Bdg, sudah menjadi KBS," ungkap Dudi saat dihubungi ceklissatu.com, Senin (18/02/2025).
Selain itu, pihaknya akan mengoptimalkan potensi rumah maggot di tingkat Kelurahan.
Baca Juga: Berdalih Tahap Proses Pengolahan, Tumpukan Sampah Kembali Cemari Sungai di Puncak
Dimana penguraian sampah organik dengan penggunaan maggot, dapat menyelesaikan masalah sampah rumah tangga minimal 1 ton per hari.
"Optimalisasi rumah maggot di 149 kelurahan untuk menyelesaikan minimal 1 ton/hari/rumah maggot sampah organik dari tiap kelurahan," tambahnya.
Kemudian, pihaknya juga akan meningkatkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), yang saat ini, hanya ada 4 TPST yang sedang berjalan di Kota Bandung.
Baca Juga: Soal Tumpukan Sampah di Pasar Caringin, Pemkot Bandung Beri Teguran Keras Pengelola
“Kita akan optimalkan dan tingkatkan TPS menjadi TPST. Kedepan sedang dibangun di Cicukang Holis dan nanti di Gedebage," pungkasnya.