SEMARANG, CEKLISSATU – Tim Hopecraft BEM Fakultas Teknik Universitas Diponegoro melaksanakan program FORSOSLING 3 2026-Blooming Hope bersama Rumah Harapan Indonesia (RHI) Semarang pada hari Minggu, 27 September 2026.
Mengusung tema “Menanam Harapan, Menuai Senyuman”, kegiatan ini menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak penderita penyakit berat melalui aktivitas seni ekspresi, sekaligus menjadi sarana pengembangan soft skill siswa melalui Teknik interaksi sosial, komunikasi, empati, dan kolaborasi.
Program ini berkaitan dengan SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui perhatian terhadap kesejahteraan psikososial, pembelajaran berbasis pengalaman, inklusi sosial, serta kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga sosial.
Rumah Harapan Indonesia Semarang merupakan rumah singgah bagi anak-anak dengan penyakit berat tidak menular yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang, beserta keluarga yang mendampingi. Rumah Harapan Indonesia Semarang berlokasi di Jalan Solo No. 5, Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, RHI Semarang yang dipimpin oleh Kepala Cabang Bapak Patrick Mianglo menjadi mitra utama bersama para orang tua dan anak-anak penerima manfaat.
Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari 12 Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang turut membantu pelaksanaan aktivitas dan berinteraksi dengan anak-anak serta keluarga.
Program ini didukung oleh Skema World Class University Universitas Diponegoro dan dibimbing oleh Muhammad Mujiya Ulkhaq, ST, M.Sc., Ph.D.
Rangkaian kegiatan Blooming Hope meliputi storytelling, melukis totebag, Blooming Hope Tree, serta pemanfaatan media permainan edukatif busyboard.
Melalui storytelling, anak-anak diajak menikmati cerita secara interaktif. Aktivitas berlatih totebag memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas melalui warna dan gambar.
Sementara itu, Blooming Hope Tree menjadi media untuk menuangkan harapan dan doa, baik yang dituliskan sendiri oleh anak-anak maupun dengan bantuan orang tua atau pendamping.
Sebagai wujud penerapan keilmuan teknik dalam merancang media pembelajaran, siswa juga menghadirkan permainan busyboard yang dirancang khusus untuk melatih motorik, stimulasi sensorik, serta daya pikir kritis anak-anak secara menyenangkan.
Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, mendorong ekspresi diri, dan menciptakan momen kebersamaan bagi anak-anak serta keluarga.
Kepedulian terhadap anak-anak dan keluarga di Rumah Harapan Indonesia Semarang juga diwujudkan melalui penyaluran donasi yang mencakup kebutuhan sehari-hari, mainan edukatif, serta perlengkapan medis yang dibutuhkan oleh RHI.
Dengan demikian, kepedulian dalam kegiatan Blooming Hope tidak hanya diwujudkan melalui interaksi langsung, tetapi juga melalui dukungan nyata yang mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian terhadap anak-anak dan keluarga yang membutuhkan.
Selain menghadirkan aktivitas kreatif bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa Teknik yang terlibat sebagai panitia dan fasilitator. Melalui interaksi dengan anak-anak dan orang tua, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan empati, komunikasi interpersonal, kerja sama tim, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan peserta.
Kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya menciptakan ruang sosial yang inklusif bagi anak-anak yang berjuang melawan tantangan kesehatan, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan untuk berekspresi, bermain, dan menikmati kebersamaan di luar rutinitas pengobatan.
Miracle Tiara Al Banna, Ketua Tim Hopecraft, menyampaikan bahwa mahasiswa Teknik tidak hanya berpartisipasi dalam bidang akademik dan pengembangan masyarakat ilmu pengetahuan teknis, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan psikososial, termasuk anak-anak yang sedang menghadapi penyakit berat.
“Melalui Blooming Hope, kami ingin menunjukkan bahwa perhatian kepada anak-anak yang sedang menjalani pengobatan tidak harus terbatas pada aspek medis saja. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bermain, berekspresi, merasakan kebahagiaan, dan menciptakan kenangan menyenangkan bersama orang-orang di sekitarnya. Pengembangan alat permainan seperti busyboard menjadi salah satu bentuk aplikasi sederhana keilmuan Teknik untuk menciptakan sarana belajar dan bermain yang aman serta stimulatif bagi anak. Kami berharap kegiatan sederhana seperti storytelling, melukis totebag, permainan busyboard, dan Blooming Hope Tree dapat menjadi bagian dari pengalaman positif bagi anak-anak dan keluarga. Sebagai mahasiswa Teknik, kami juga belajar bahwa kepedulian sosial dan kesejahteraan sesama merupakan hal penting yang perlu berjalan beriringan dengan pendidikan dan prestasi akademik,” ujarnya.
Kolaborasi antara mahasiswa, Rumah Harapan Indonesia Semarang, orang tua, anak-anak penerima manfaat, serta perwakilan HMD Fakultas Teknik Universitas Diponegoro diharapkan dapat terus menumbuhkan kepekaan sosial dan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih mendukung bagi anak-anak penderita penyakit berat.
Melalui kegiatan kreatif dan interaksi yang penuh kepedulian, program yang diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi pelajar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, memperkuat inklusi sosial, dan membangun kemitraan yang berkelanjutan.