BANDUNG, CEKLISSATU — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung terus membuktikan komitmennya dalam mengubah masa pemidanaan menjadi momentum pemberdayaan. Melalui program pembinaan kemandirian di bidang konveksi, warga binaan (WB) sukses memproduksi kaos olahraga berkualitas tinggi yang kini pendistribusiannya telah menembus pasar nasional dengan capaian omzet sebesar Rp 1.087.442.888
Program unit usaha konveksi ini dirancang layaknya bengkel kerja profesional. Di tempat ini, para warga binaan dibekali pengetahuan dan keterampilan garmen secara komprehensif—mulai dari teknik pemotongan pola (cutting), teknik menjahit presisi, sablon, hingga proses kontrol kualitas (quality control) berstandar industri.
Tidak hanya dipasarkan secara lokal, produk konveksi karya warga binaan Lapas Narkotika Bandung kini telah didistribusikan ke seluruh wilayah nasional. Tingginya minat pasar terhadap produk ini terbukti dari catatan finansial unit usaha konveksi yang berhasil meraih omset sebesar Rp1.087.442.888 untuk periode Januari hingga September 2026.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung Sopiyana mengungkapkan bahwa capaian omset Rp1.087.442.888ini merupakan wujud nyata keberhasilan reintegrasi sosial berbasis produktivitas. Selain memberikan rasa percaya diri dan pengalaman kerja nyata, hasil penjualan produk ini juga dialokasikan untuk premi (premi/upah kerja) bagi warga binaan serta menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Melalui bekal keahlian konveksi ini, diharapkan para warga binaan memiliki rasa percaya diri serta keterampian siap pakai untuk membuka usaha mandiri maupun bekerja di industri tekstil setelah menyelesaikan masa pidananya kelak. Lapas Narkotika Bandung membuktikan bahwa batas ruang gerak di balik jeruji besi tidak menghalangi kreativitas dan produktivitas untuk menghasilkan karya yang diakui secara nasional.