"Menyikapi musibah amblasnya tanah di Batutulis, saya sebagai praktisi budaya melihat dan memperhatikan, sejak pembangunan underpass sepertinya tidak memperhatikan aspek dari sisi sejarah dan kebudayaan yang ada dilokasi ini," ungkap Putra Sungkawa kepada ceklissatu.com, Selasa (04/03/2025).
"Di kawasan ini tidak boleh sembarangan dan main-main karena tanah ini merupakan tanah keramat," tambahnya.
Dia juga menyampaikan, bagi siapa saja yang merusak kawasan tanah leluhur, maka akan mendapat melapetaka atau musibah, dan hal ini terbukti sudah terjadi di kawasan tersebut.
"Sebelumnya musibah ini pernah terjadi pada November 2023 lalu, dan itu bisa dikatakan sebagai peringatan keras bagi pemerintah yang sudah mengalihfungsikan lahan peninggalan zaman kerajaan tersebut," bebernya.
Ia pun mengungkapkan kilas balik dimulainya pembangunan underpass, dimana kala itu bertepatan dengan dimulainya pembangunan Bumi Ageung Batu Tulis di tahun 2023.