Kemudian, menurut sepengetahuan Putra, pembangunan underpass di kawasan kabuyutan itu tidak melakukan tata titi. 

Baca Juga: Waspada! Tembok Penahan Tebing UnderPass Stasiun Batutulis Bogor Nyaris Roboh

"Seharusnya pembangunan di area atau kawasan kabuyutan itu jangan melupakan tali paranti atau pepatah leluhur yaitu mipit amit ngala menta" Juga "Melak jahe kudu micarek (seharusnya setiap melakukan sesuatu meminta izin kepada yang maha kuasa)," ungkap dia. 

Dia pun menegaskan, dengan terjadi amblas dan longsor di kawasan leluhur itu menjadi pelajaran bagi pemerintah. 

"Silakan tata ruang, silakan tata kota, tapi jangan lupa bahwa Bogor adalah kota pusaka, setiap jengkal tanah memiliki nilai sejarah Sunda yang harus di jaga dan dipelihara sesuai dengan makna dari arti kota pusaka," pungkasnya.