KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Ratusan driver taksi wisata Timur Tengah yang tergabung dalam Ikatan Pramuwisata Bersatu (IKPB) menggelar aksi sweeping di sepanjang Jalan Raya Puncak.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap iklan tarif murah yang dikeluarkan oleh PT Indogate, perusahaan berbasis di Jakarta, yang dinilai merugikan para driver lokal.
Ketua Umum IKPB, Deni Koko, menyatakan bahwa iklan tarif murah tersebut menyebabkan turis Timur Tengah enggan menggunakan jasa para driver lokal karena dianggap terlalu mahal.
Baca Juga: Ribuan Driver IKPB di Puncak Terancam Jadi Pengangguran
"Tarif murah ini sangat merugikan ribuan driver lokal di Puncak, Kabupaten Bogor, Cianjur, hingga Bandung,” ucap Deni Koko saat sweeping di kawasan Kampung Warung Kaleng, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.
“Turis Timur Tengah jadi berpikir kami mengambil keuntungan terlalu besar, sehingga mereka tidak lagi menggunakan jasa kami," tambah Deni Koko.
Menurutnya, dampak dari kebijakan tarif murah tersebut dirasakan sekitar 1.700 driver yang tersebar di berbagai daerah seperti Bogor, Cipanas, Cianjur, Bandung, bahkan Jakarta.
"Sudah pasti driver lokal di Puncak, Cipanas, hingga Jakarta dan Bandung terdampak oleh penerapan tarif murah dari PT Indogate ini," ungkapnya.
Baca Juga: Tersumbat Material Sampah, Jalan Utama di Puncak Tergenang Air
Deni juga menjelaskan, bahwa hingga kini belum ada komunikasi langsung antara pihak IKPB dan PT Indogate. Ia meminta pemerintah untuk turun tangan memediasi permasalahan ini.
"Kami minta pemerintah bantu memfasilitasi mediasi demi keberlangsungan para driver lokal," tegasnya.
Di lokasi yang sama, Muhamad Amin (Sado) menyampaikan bahwa selama sweeping di Jalan Raya Puncak, beberapa kendaraan diketahui merupakan milik driver PT Indogate yang mengantar tamu asal Timur Tengah.
Baca Juga: Jalur Puncak Bogor Dipantau Langsung Forkopimda, Begini Kondisi Terkini
"Ada satu kendaraan dari PT Indogate yang diketahui bekerjasama dengan vila di Cipanas. Saat kendaraan itu melewati Jalan Raya Puncak, langsung kami kejar dan diberikan peringatan agar tidak lagi bekerjasama dengan pihak PT tersebut," cetus Muhamad Amin, Jumat (11/04/2025). (Handy Purnama)