BANDUNG, CEKLISSATU- Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Demokrat, Ronny Hermawan menyoroti kondisi Kali Bekasi yang kembali kotor, berwarna hitam, dan berbau anyir. Ronny menduga kondisi tersebut bisa disebabkan oleh limbah industri maupun sampah yang dibuang masyarakat ke aliran sungai.

Ronny meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ikut turun tangan menangani persoalan tersebut karena aliran sungai berkaitan dengan wilayah sejumlah kabupaten dan kota.

"Pemerintah Provinsi, Gubernur beserta jajaran harus ikut serta, karena ini lintas kabupaten dan kota aliran sungainya gitu. Kita berharap ada sinergi yang baik antara Provinsi, Kabupaten, dan Kota," ujar Ronny, Senin 31/8/2026). 

Menurut Ronny, dugaan pencemaran yang berasal dari limbah industri perlu ditelusuri lebih lanjut oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Baca Juga: Hampir Empat Jam Api Baru Padam, Damkar Sebut Pembakaran Sampah Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Limbah di Gunung Putri

"Bisa karena limbah-limbah industri ya kan, bisa juga karena sampah-sampah dari masyarakat gitu. Kalau limbah-limbah dari industri mungkin perlu ada pendalaman dari Dinas Lingkungan Hidup," katanya.

Ronny mengatakan, penanganan persoalan sungai tidak cukup hanya dengan mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga perlu diberikan edukasi agar tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air.

Pemerintah juga harus menyediakan tempat penampungan sampah sementara di setiap kelurahan, agar masyarakat memiliki tempat untuk membuang sampah.

"Supaya ada check and balance, kita juga menghimbau kepada warga, Camat, Lurah agar mengedukasi juga masyarakat jangan buang sampah di sungai, saluran air, kali-kali, gitu kan," ucapnya.

Ronny menilai, persoalan sampah dan kebersihan sungai merupakan masalah klasik yang terjadi di sejumlah kota besar, termasuk di Jawa Barat.