Menurutnya, hal ini memberikan masyarakat lebih banyak pilihan dalam mengakses layanan rumah sakit, baik bagi pengguna BPJS maupun asuransi kesehatan lainnya.
Sebab, meskipun Kota Bogor memiliki luas wilayah yang tidak begitu besar, terdapat 22 rumah sakit yang masih dirasakan kurang.
Kondisi ini disebabkan oleh tingginya kunjungan ke rumah sakit di Kota Bogor, yang tidak hanya berasal dari warga Kota Bogor, tetapi juga dari luar kota.
Ke depan, Dedie Rachim berharap Kota Bogor juga dapat menjadi tujuan 'hospital tourism", baik dalam hal pelayanan kesehatan maupun pencegahan penyakit.
Baca Juga: Menkes Keluarkan Aturan Baru Standar Tarif Layanan Kesehatan BPJS
"Jadi masyarakat dari luar kota bisa mengakses layanan kesehatan di sini sekaligus juga healing. Kita proyeksikan wisata kesehatan," ucapnya.
Ketua Yayasan RS Islam Bogor, Dwi Sudharto, menyampaikan bahwa peresmian gedung baru ini merupakan tonggak sejarah dalam pengabdian kepada umat.
Sebab, Rumah Sakit Islam merupakan wakaf yang didirikan sekitar tahun 1982 dan diprakarsai oleh Sholeh Iskandar, yang namanya kini diabadikan menjadi nama jalan dari Simpang Tol BORR hingga Simpang Salabenda.
Baca Juga: Dinkes Bogor Larang Faskes dan Apotek Jual Obat Sirup
"Sehingga Rumah Sakit Islam Bogor tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang kuat, dan hal itu harus dijaga sebagai amanah dari para pendirinya," ucapnya.