BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah, Polda Jawa Barat menggelar apel pasukan dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Dalam Operasi Ketupat Lodaya tersebut, sebanyak 26.982 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalur mudik di seluruh wilayah Jawa Barat.

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya menjadi tanda dimulainya kesiapan aparat dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga: Operasi Ketupat Lodaya: 5.000 Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran di 14 Titik Kabupaten Bogor

Ribuan personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari anggota Polri, TNI, Dinas Perhubungan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Personel tersebut akan disebar di berbagai titik strategis, mulai dari jalur mudik utama, pos pengamanan, hingga titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan di wilayah Jawa Barat.

Selain pengamanan oleh aparat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengambil langkah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama masa libur Lebaran.

Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri Polresta Bogor Kota Gelar Rakor Operasi Ketupat Lodaya 2026, Ini yang Dibahas

Sekitar 3.000 sopir angkutan kota dan tukang becak diminta untuk tidak beroperasi sementara waktu.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, sebagai bentuk kompensasi, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp6,9 miliar kepada para pengemudi tersebut.

"Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri akan dilaksanakan mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Pelaksanaannya dibagi dalam dua gelombang guna mengantisipasi puncak arus mudik serta arus balik Lebaran," kata Irjen Pol Rudi Setiawan, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Operasi Ketupat Lodaya 2026 Dimatangkan, Pemkab Bogor dan Polres Siaga Amankan Arus Mudik

Sementara itu, Rudi Setiawan mengimbau masyarakat untuk selalu menaati peraturan lalu lintas serta saling menghargai antara sesama pengguna jalan maupun petugas di lapangan.

Menurutnya, kerja sama antara masyarakat dan aparat sangat diperlukan agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar selama periode Lebaran.