Termasuk lahan-lahan pertanian yang terdapat di lereng-lereng gunung, kata Fauji, semuanya tak terbebas dari pestisida dan kimia. “Bisa sih, dengan cara membuka lahan pertanian baru. Tapi ga mungkin itu karena perambahan hutan dan gunung bertentangan dengan pelestarian lingkungan,” sebutnya.
“Satu-satunya solusi hanya dengan bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik. Airnya pun harus dari sumur, bukan dari sungai, menggunakan green house, tapi repot dan mahal, apalagi untuk jenis padi,” tutupnya.
(Acep Mulyana)