Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kerja sama ini juga akan diperkuat melalui pengembangan manfaat dan layanan tambahan yang terintegrasi.
“Kami tidak hanya menghadirkan perlindungan sosial, tetapi juga memperluas manfaat melalui layanan tambahan dengan menggabungkan kekuatan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah,” tambah Saiful.
”Kerja sama ini juga mencakup di bidang investasi, yang akan dieksplorasi dan dikembangkan melalui kajian bersama dengan mengedepankan potensi serta kapasitas yang dimiliki sesuai tugas dan fungsi BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti potensi pengembangan layanan yang memberikan nilai tambah bagi pekerja, khususnya di bidang keuangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Tentu ini menjadi hal yang dapat kita kembangkan bersama, termasuk menghadirkan layanan keuangan bagi para pekerja di lingkungan Muhammadiyah maupun dalam ekosistemnya,” ujarnya.
Baca Juga: Buka Rekrutmen Karyawan, BPJS Ketenagakerjaan Siap Perkuat Layanan dan Perluas Cakupan Kepesertaan”
Saiful menambahkan bahwa kerja sama di bidang pendidikan tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga diarahkan pada pengembangan program pembelajaran yang mampu meningkatkan kapasitas tenaga kerja. Ia menekankan bahwa di tengah persaingan global, termasuk pesatnya perkembangan gig economy dan pekerja digital, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, melainkan harus mampu menjadi pelaku yang kompetitif.
“Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bersama-sama mendorong upskilling dan reskilling tenaga kerja agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di era digital,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret Muhammadiyah bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat layanan dan perlindungan tenaga kerja.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh elemen di dalamnya, sekaligus mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat luas.