"Dengan adanya 2.592 tenaga kesehatan yang siaga, kami berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan kebutuhan medis," tambah Fusia Meidiawaty.

Menurutnya, tugas para tenaga kesehatan ini meliputi penanganan keadaan darurat, pemeriksaan kesehatan rutin, serta penyediaan layanan ambulans untuk kondisi yang memerlukan penanganan segera, seperti kecelakaan lalu lintas atau kondisi medis mendesak lainnya. 

Baca Juga: Pemprov Jabar Siagakan 55 Posko Piket Lebaran di Jalur Mudik dan Wisata, Ini Rinciannya Lokasinya

Dengan pengaturan sistem shift yang ketat, tenaga medis akan bekerja secara bergantian untuk menjaga pelayanan tetap berjalan lancar sepanjang hari.

"Berkaitan dengan kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah menurunkan tenaga kesehatan menyebar di 18 posko terpadu di berbagai titik strategis," terangnya. 

"Kami bekerja sama dengan Polres Bogor dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.  Posko ini difokuskan pada pemudik yang membutuhkan pelayanan kesehatan saat melintas, terutama di jalur utama menuju tujuan mudik," tambahnya. 

Menurutnya, pelayanan kesehatan bagi pemudik di posko dilakukan secara 24 jam, dengan tenaga kesehatan terlatih seperti dokter, perawat, bidan, dan tenaga medis lainnya. 

Baca Juga: Pemkab Bogor dan Polres Gelar Mudik Gratis, Sediakan 32 Bus untuk Warga Pulang Kampung

"Posko ini siap memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, hingga penanganan kegawatdaruratan, yang akan dirujuk ke rumah sakit terdekat jika diperlukan," tandasnya.