BOGOR, CEKLISSATU - Mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 Universitas Djuanda (Unida) kunjungi Kampung Perca, Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor guna pelajari pemanfaatan limbah kain pada minggu (10/12/2023).
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unida sekaligus Dosen Pembimbing PMM kelompok Sadulur Kadeudeuh, Faisal Tri Ramdani menyampaikan, kunjungan ini merupakan kegiatan kebhinekaan pekan ke-12 dalam rangkaian Modul Nusantara, dengan kunjungan ini diharapkan mahasiswa PMM dapat menambah pengetahuan sesuai outcome kegiatan yaitu diharapkan mahasiswa memiliki peningkatan kesadaran akan kelestarian lingkungan dan mampu memberikan solusi terhadap masalah kelestarian lingkungan
“Kegiatan kunjungan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Modul Nusantara yang bertujuan untuk memberikan gambaran atas solusi permasalahan seperti limbah rumah tangga yang terkadang hanya kita pandang sebagai sampah namun dengan kreativitas dan inovasi dapat berubah menjadi benda yang memiliki nilai jual,” tuturnya.
Baca Juga : Tips Mudah Cegah Gigi Geraham yang Mudah Berlubang
Kampung Perca merupakan desa wisata yang memproduksi barang-barang dari limbah kain. Ide ini tercipta pada tahun 2020 dari keresahan pandemi covid-19 yang menyebabkan kemerosotan perekonomian masyarakat.
Usaha yang dijalankan oleh perempuan ibu-ibu rumah tangga ini menghasilkan produk yang beragam. Mulai dari tas, bantal, sajadah, dompet, baju, totopong, alas mangkuk, tempat tissue hingga gantungan kunci.
Saat ini Kampung Perca memiliki 4 galeri yang buka setiap Senin-Sabtu, pertama Galeri Kriwil yang di dalamnya terdapat produk seperti keset, taplak dan kuliner khas perca. Kedua Galeri Petok dengan ke-khasan produk berunsur ayam. Ketiga Galeri Pangsi yang didominasi produk baju, pangsi dan outer. Terakhir Galeri Pak Has yang merupakan galeri utama tempat para pengrajin memilah, menyiapkan dan membuat produk.
Kampung Perca diresmikan sebagai Anugerahi Desa Wisata Indonesia (ADWI) oleh Walikota Bogor dan Gubernur Jawa Barat pada tahun 2021 dengan harapan dapat menjadi tempat wisata baru di Kota Bogor.
Annisa Kifli Tanjung mahasiswi asal Universitas Teuku Umar anggota Modul Nusantara Kelompok Sadulur Kadeudeuh mengungkap pengalaman berkunjungnya
"Saya salut dengan usaha dan kreativitas para pengrajin yang awalnya berproduksi karena penurunan ekonomi akibat pandemi hingga menjadi desa wisata yang begitu edukatif," katanya.