Dalam amanatnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan para prajurit muda untuk tidak melupakan sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia yang pernah diganggu, diinvasi, dan dijajah selama ratusan tahun. “Bangsa kita butuh tentara yang kuat. Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat. Saya katakan sekali lagi, tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya mempertahankan wilayah, kedaulatan, dan kekayaan bangsa di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, di mana perang masih terjadi di berbagai belahan dunia. “Indonesia tidak mau memihak blok manapun. Tapi karena itu, tidak ada pilihan lain. Indonesia harus punya pertahanan yang sangat kuat,” ujarnya.

Baca Juga: Mayjen TNI (Purn) Chairawan K. Nusyirwan, Mendapat Kenaikan Pangkat Jendral Kehormatan Bintang 3

Di akhir sambutannya, Presiden menegaskan kembali jati diri prajurit TNI sebagai bagian dari rakyat. “Dan selalu ingat, kita adalah tentara rakyat, kita lahir dari rakyat, kita adalah anak kandung rakyat, kita mengabdi untuk rakyat, kita membela rakyat, dan kita siap mati untuk rakyat kita, saudara-saudara sekalian. Itulah TNI,” ungkapnya.

Kemeriahan upacara ditutup dengan demonstrasi kemampuan prajurit TNI yang menampilkan aksi udara dan ketangkasan pasukan darat. Pertunjukan ini menegaskan profesionalisme dan kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi berbagai medan operasi.