BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Ratusan narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemberian remisi tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang memberikan pengurangan masa hukuman kepada warga binaan beragama Islam di seluruh lapas dan rumah tahanan di Indonesia.

Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nurcahyo, menyampaikan bahwa dari total 407 warga binaan Muslim, sebanyak 307 orang menerima remisi.

Baca Juga: 584 Warga Binaan Lapas Paledang Bogor Terima Remisi Khusus, 4 Orang Hirup Udara Bebas

Sementara sekitar 100 narapidana lainnya belum memenuhi syarat, seperti masa pidana yang belum mencukupi atau masih dalam proses hukum.

“Besaran remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari 15 hari hingga satu setengah bulan, tergantung masa pidana dan penilaian perilaku narapidana,”kata Fajar, Minggu (22/3/2026).

Salah satu penerima remisi adalah mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang merupakan terpidana kasus pemerasan dan gratifikasi.

Baca Juga: KPK Resmi Tahan Syahrul Yasin Limpo

Fajar menyebut, SYL sebelumnya divonis 10 tahun penjara dalam kasus korupsi berupa gratifikasi dan pemerasan di Kementerian Pertanian dengan nilai lebih dari Rp44 miliar.

Selain itu, sejumlah narapidana kasus korupsi lainnya juga mendapatkan remisi, di samping napi tindak pidana umum.

Bahkan, satu orang narapidana dilaporkan langsung bebas setelah memperoleh pengurangan masa hukuman tersebut.

Baca Juga: 338 Warga Binaan Lapas Sukamiskin Bandung Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri

Namun, mantan Kakorlantas Polri, Djoko Susilo, tidak mendapatkan remisi. Hal itu dikarenakan masa pidana pokoknya telah selesai, namun saat ini masih menjalani masa pidana subsider.

Fajar menegaskan, remisi diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik, tidak melanggar aturan, serta aktif mengikuti program pembinaan di dalam lapas.

Program tersebut meliputi kegiatan keagamaan, pelatihan konveksi, pembuatan roti, hingga pelatihan pertanian dan pembuatan perahu.