Hanif juga menyoroti rendahnya tutupan pohon di Jakarta yang kini berada di bawah 3 persen, sementara jumlah penduduk telah melebihi 11 juta jiwa.
"Bayangkan, hampir tidak ada yang memproduksi oksigen. Padahal kebutuhan penduduk sangat besar. Jakarta ini krusial, harus ada pohon yang mampu mereduksi emisi dan menghasilkan oksigen," tegasnya.
Baca Juga: Jajaki Kerja Sama Menteri LH Serahkan Dokumen National Adaption Plan di Gelaran COP30
Terkait jumlah pohon yang ditanam, Hanif mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menargetkan angka tertentu, namun lebih menekankan kualitas dan kelangkaan jenis pohon endemik yang dikumpulkan dari berbagai provinsi.
"Ada sekitar 535 jenis pohon endemik yang ditanam di sini. Memang sedikit, tetapi jenisnya tidak mudah ditemukan. Ini dukungan luar biasa dari Pertamina," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TMII yang bersedia menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang konservasi pohon-pohon langka Indonesia.
"Anak-anak nanti jika berkunjung tidak hanya melihat budaya, tetapi juga keanekaragaman genetik pohon yang kita miliki," ucapnya.
Ke depan, Hanif menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong penanaman pohon di berbagai lokasi lain yang memiliki lahan memadai, mengingat kebutuhan besar Jakarta terhadap ruang hijau.