Pendiri LS Vinus itu menyebut banyak kepala sekolah kini melakukan pungli melalui program yang tidak efektif.
"Begitupun ramai kepala sekolah yang banyak melakukan pungutan liar hari ini dengan program program yang tidak efektif dan tidak efisien dan memberatkan orang tua siswa," papar Yusfitriadi.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari legislatif dan kementerian dalam mengendalikan berbagai penyimpangan di dunia pendidikan.
Yusfitriadi menekankan pentingnya sekolah memperhatikan kurikulum agar dapat mencetak siswa yang mandiri dan berdaya saing.
"Tapi dalam kontekstual atau implementasi bagaimana kemudian mendorong siswa tidak hanya sekedar cerdas tapi juga mendorong siswa yang mandiri dan berdaya saing," tandasnya.
Selain itu, Yusfitriadi menyoroti lingkungan sekolah di Indonesia, menekankan bahwa tanpa lingkungan yang memanusiakan, sulit mencetak generasi emas. (Dziharul Islam Nusantara)