Indra menilai keterbukaan komunikasi seperti ini penting untuk memastikan setiap perusahaan memahami berbagai manfaat yang dapat dioptimalkan melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. “Forum seperti ini menjadi ruang yang efektif untuk memperkuat pemahaman sekaligus menjawab kebutuhan perusahaan secara langsung,” ujar Indra.
Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan pekerja sektor informal masih menjadi kelompok yang memerlukan perhatian khusus dalam perluasan cakupan perlindungan sosial. Melalui Program SERTAKAN, perusahaan dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan membantu memberikan perlindungan kepada pekerja rentan yang berada di sekitar lingkungan usaha. Indra menilai kolaborasi antara dunia usaha dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu kunci percepatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang saat ini terus didorong pemerintah. “Semakin banyak perusahaan yang terlibat dalam Program SERTAKAN, semakin luas pula perlindungan yang dapat dirasakan oleh pekerja rentan di berbagai sektor,” tutur Indra.
Sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan binaan, kegiatan dilanjutkan dengan acara nonton bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara BPJS Ketenagakerjaan dan para mitra perusahaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih intensif dalam mendukung perlindungan pekerja. Indra berharap sinergi yang terjalin dapat terus berkembang sehingga semakin banyak pekerja memperoleh manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. “Kolaborasi yang kuat antara BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan akan mempercepat terwujudnya perlindungan yang lebih luas bagi pekerja Indonesia,” pungkas Indra.