BOGOR, CEKLISSATU – Untuk mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat, Wali Kota Bogor Dedie Rachim meluncurkan program padat karya.
“Dengan kegiatanpadat karya ini, Pemerintah Kota Bogor ingin berkontribusi membantu kesulitan ekonomi masyarakat, dengan melibatkan seluruh warga yang terpilih untuk ikut dalam kegiatan Padat Karya tingkat Kota Bogor,” kata dia saat membuka kegiatan Padat Karya Tingkat Kota Bogor di Kelurahan Bantar Jati Jl.Ceremai Ujung, Senin (14/4/2025).
Dalam pelaksanaan padat karya yang dijadwalkan selama 10 hari kedepan itu, Dedie Rachim menyampaikan akan ada skala prioritas seperti, membersihkan lingkungan, sungai, saluran-saluran air termasuk kedepan akan ada pengolahan sampah dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Cegah Keluarga Miskin Baru, Menko PMK Berharap PHK Jadi Jalan Terakhir
“Jadi ini bagian dari progres dalam rangka lmemberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, tetapi juga diberikan kesempatan berkontribusi dalam kegiatan Padat Karya,” ujarnya
Dedue Rachim meminta Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kota Bogor agar dapat mengumpulkan para pengusaha yang berada di Kota Bogor untuk dapat melibatkan dan memperioritaskan tenaga kerja dari Kota Bogor, dan pembatasan usia jangan terlalu ketat.
“Saya mengimbau melalui Pak Kadisnaker, perusahaan-perusahaan yang ada di Bogor untuk tidak hanya memperhatikan sumber daya manusia (SDM) masyarakat yang hanya lulusan-lulusan dari perguruan tinggi, tetapi masyarakat bisa ikut berkontribusi bekerja,” imbaunya.
Baca Juga: Panen Raya Padi Bareng Presiden, Dedie Rachim Dukung Kemandirian dan Ketahanan Pangan
Selain itu Dedie Rachim juga mengatakan tentang penyaluran tenaga kerja ke luar negri dapat dijadikan sebagai salahsatu program.
“Jika ada kesempatan kerja di luar negri, seperti di Jepang, di Jerman, di Korea itu juga boleh menjadi salahsatu bagian program kita untuk penyaluran tenaga kerja terampil yang nantinya InsyaAllah yang berdampak dapat mensejahterakan mereka sendiri dan keluarganya tentunya,” ujarnya.
Dalam setiap kegiatan Padat Karya melibatkan 21 Orang per satu kelurahannya jadi setiap kelurahan 21 orang yang terlibat dalam setiap pelaksanaannya.