BANDUNG, CEKLISSATU -- Kisruh tempat wisata Bandung Zoo terus berlanjut, sebelumnya diterpa kasus dugaan korupsi penguasaan lahan Pemkot Bandung.

Kini kepengurusan atau manajemen Bandung Zoo terjadi dualisme dan berdampak pada wisatawan yang ingin berlibur tidak bisa masuk hingga matinya sejumlah satwa diduga akibat terabaikan.

Bahkan sempat terjadi ketegangan karena masing-masing keamanan atau petugas security ingin menduduki tempat wisata tersebut. Sehingga petugas kepolisian pun disiagakan di lokasi tempat wisata itu.

Akibat kisruh dualisme itu berdampak pada warga yang ingin berlibur harus kembali pulang dan memilih tempat lain karena tidak bisa masuk saat perselisihan itu terjadi, juga sejumlah satwa mati diduga akibat terabaikan.

Baca Juga: Oknum Parkir Liar Diduga Getok Harga ke Pengunjung Bandung Zoo, Dishub Langsung Sidak

Tono pengunjung asal Cirebon mengaku kecewa pasalnya sudah jauh-jauh datang untuk berlibur bersama anaknya, tanpa ada pemberitahuan tutup tidak masuk.

"Gak tahu, tidak ada pemberitahuan ke sini mau liburan sama anak anak, terpaksa balik lagi  paling muter aja di Bandung,"kata Tono dengan nada kecewa, Kamis (03/07/2025).

Humas Bandung Zoo dari Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), Sulhan Syafii membenarkan ada insiden pengambil alihan ruangan keuangan dari pihaknya.

“Kami ambil alih ruang keuangan. Kenapa ambil alih karena ada dualisme dari tanggal 20 Maret 2025, ada beberapa orang yang mengaku dari Taman Safari,” kata Sulhan.

Baca Juga: Pohon Beringin Tumbang di Babakan Ciparay Kota Bandung, Timpa Mobil dan Dua Warung

Dia menegaskan, penutupan kebun binatang dilakukan untuk sementara waktu dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

“Karena ada beberapa hal misalnya, sekarang di dalam ini terlalu banyak security, jadi nanti pengunjung akan tidak nyaman. Terus, di dalam juga ada yang tidak beres yaitu karena mengambil alih keuangan Bandung Zoo. Kenapa kita ambil alih? Karena ada dualisme,” tegas Sulhan.

Dia menuturkan sejak Maret 2025 muncul dua pihak yang mengaku sah mengelola Bandung Zoo, memicu adanya dua manajemen, dua keuangan, dua HRD, dan dua vendor keamanan.

“Di situlah ada dua manajemen, ada dua GM, ada dua keuangan, ada dua HRD, ada dua vendor security yang menyebabkan di dalam itu kurang harmoni,” katanya.

Baca Juga: Seorang Driver Ojol Jadi Korban Pembegalan di Jalan Bengawan Kota Bandung, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Menurut Sulhan, sejak konflik itu muncul, tujuh satwa dilaporkan mati. “Makanya kemarin sore sampai tadi malam kita ambil alih keuangan agar kita juga nyaman nanti akan kita setorkan ke yayasan,” ucapnya.

Sementara itu, Humas Bandung Zoo dari pihak TSI, Ully Rangkuti mengatakan bahwa tidak ada dualisme kalau melihat BAP, rujukan pengelolaan apa namanya aset-aset ini untuk pinjam pakai sementara, dan ada satu management yang diberikan kepercayaan oleh kejati.

"Sejujurnya kami, management yang sekarang mengelola ini tidak tahu menahu tentang penutupan, baru tahu tadi pagi dari media sosial Bandung Zoo itu kemudian kami apa ya, kami belum minta keterangan dari management yang lama karena ini lakukannya oleh management lama," terangnya.

"Kami tidak punya akses sama sekali ke media sosial dan website sejak awal, kami tidak diberikan akses di situ kemudian yang jelas-rugi adalah pengunjung dan tenant kami pengunjung itu ada yang terpaksa balik kanan," pungkasnya.