"Terkait hal ini pun masih dalam perdebatan, tapi yang dilakukan oleh Pemda Jabar tentu bukan ini,” terang Natalius Pigai.
Baca Juga: Pengiriman Anak Nakal ke Barak Militer, Dedi Mulyadi: Sudah Dimulai di Bandung dan Purwakarta
Menteri HAM menyatakan, sepanjang proses pendidikannya terkait pembinaan mental, karakter, dan nilai maka hal itu sesuai dengan prinsip dan standar HAM.
Diketahui, program ini sudah dimulai sejak 2 Mei 2025, dengan menyasar siswa yang berperilaku mulai dari tawuran, pemabuk, bahkan pecandu game.
Selain itu, disebutkan bahwa anak-anak nakal yang akan dikirim ke barak adalah mereka yang sering membuat keributan, melawan orang tua, dan melakukan pengancaman.
"Bolos terus, dari rumah berangkat ke sekolah, ke sekolah tidak sampai," ucap Dedi Mulyadi kepada wartawan di Jakarta, pada 29 April 2025.
Baca Juga: Usulan Gubernur Dedi Mulyadi Soal Vasektomi untuk Pria Penerima Bansos, MUI Jabar Tegaskan Ini
Kemudian siswa tersebut akan dibina selama enam bulan dan tidak mengikuti sekolah formal.