BANDUNG, CEKLISSATU — Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus Pimpinan Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy, angkat bicara soal dinamika internal PPP Jawa Barat menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil).
Dalam agenda silaturahmi tokoh PPP, KH Asep menegaskan pertemuan ini bertujuan menjaga solidaritas partai agar tidak terpecah oleh konflik yang dinilainya tidak dewasa.
“Ini partai tua, mestinya dewasa tapi kenapa mesti diperbaiki oleh orang yang belum dewasa?,” kata KH Asep.
Baca Juga: Kalahkan Sabar/Reza di Istora, Raymond/Joaqin Melaju ke Final Indonesia Masters 2026
Ia menilai munculnya manuver-manuver menjelang Muswil berpotensi mengganggu konsolidasi yang sudah berjalan rapi.
Menurutnya, para kiai, ulama dan tokoh PPP Jawa Barat berkumpul untuk memastikan PPP tetap kokoh dan tidak terjebak dalam perseteruan internal yang tidak jelas arah dan tujuannya.
Ia menyayangkan adanya pihak yang tiba-tiba masuk ke dalam proses persiapan Muswil padahal tahapan sudah disiapkan dengan panitia lengkap.
“DPW Jawa Barat sudah jelas akan melakukan Muswil. Persiapan sudah berjalan panitia sudah terbentuk tiba-tiba ada pihak lain masuk ini kan aneh kalau tidak diselesaikan, Muswil bisa gagal dan kalau Muswil gagal PPP juga bisa gagal,” tegasnya.
KH Asep bahkan menilai situasi ini sebagai bentuk rekayasa yang dapat merusak konsolidasi internal partai. Namun ia menekankan, yang terpenting bukan soal siapa melainkan bagaimana PPP bisa diselamatkan dan tetap solid.
“Siapa pun orangnya yang penting PPP ini selamat, jangan sampai partai ini pecah hanya karena adanya kepentingan-kepentingan yang tidak jelas,” ujarnya.
Baca Juga: Langkah Jafar/Felisha Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2026
Terkait penggunaan nama Pesantren Miftahul Huda dalam isu-isu politik, KH Asep menegaskan pesantren tidak bisa diklaim atau dibawa-bawa oleh pihak tertentu.
Menurutnya, urusan representasi Pesantren Miftahul Huda berada di bawah kewenangannya sebagai pimpinan umum.
“Kalau urusan Miftahul Huda itu urusan saya, jangan mengatasnamakan pesantren untuk kepentingan politik tertentu. Kami punya sistem sendiri dalam menyikapi politik kepartaian,” katanya.
Silaturahmi para tokoh PPP Jawa Barat ini disebut sebagai rangkaian menuju Muswil. KH Asep menilai komunikasi menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan internal partai.
Ia mengingatkan partai politik adalah ruang demokrasi dan kebersamaan bukan hubungan atasan dan bawahan.
“Ini partai, ini demokrasi bukan bisnis bukan bos dan bawahan. Harus kebersamaan kalau ada masalah diselesaikan dengan komunikasi,” ucapnya.
KH Asep berharap rekomendasi bersama dapat dihasilkan demi menyukseskan Muswil PPP Jawa Barat. Ia menekankan persiapan yang sudah berjalan melibatkan tenaga, waktu dan dana yang tidak sedikit.
“Kita sudah melangkah sudah keluar tenaga, dana, panitia juga sudah siap jangan sampai semua ini mubazir Muswil harus rapi, bersih dan sukses untuk kemenangan PPP,” pungkasnya.
(Alpin Septian Pratama)