“Di tahun 2026 ini, kami ingin mitra binaan naik kelas. Fokusnya adalah pendampingan usaha, pelatihan, hingga studi banding agar kelompok usaha kaum rentan ini mampu berkembang lebih besar. Kami menargetkan adanya peningkatan omzet antara 20 hingga 30 persen, serta memperluas jangkauan pasar UMKM Karyamulya hingga ke luar Kecamatan Kesambi,” jelas Irfan.
Sinergi dan Keamanan Aset Strategis
Secara geografis, Kelurahan Karyamulya dipilih karena merupakan wilayah Ring 1 PLN. Wilayah ini berbatasan langsung dengan aset-aset ketenagalistrikan yang vital bagi negara, seperti Gardu Induk (GI) Sunyaragi dan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).
Melalui kolaborasi ini, PLN berharap asas gotong royong antara perusahaan dan warga dapat tercipta demi kemaslahatan bersama. “Dengan sinergi ini, kami berharap ekonomi masyarakat meningkat, sekaligus terbangun kesadaran dan kepedulian warga secara swadaya untuk ikut menjaga keamanan aset vital PLN di lingkungan mereka,” tambah Irfan.
Lurah Karyamulya, Andre Ginanjar, menyambut baik langkah adaptif dari PLN ini. Menurutnya, program ini menjadi kado yang sangat bermanfaat bagi warganya menjelang peringatan hari bersejarah nasional.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena mampu memfasilitasi dan memperkuat kelompok usaha bersama yang sudah berjalan. Harapannya, ke depan usaha masyarakat Karyamulya semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkap Andre.
Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan Bangsa
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Human Initiative, Arif Rahman, berharap kolaborasi erat antara PLN, lembaga pemerintah, dan elemen masyarakat dapat menjadi pemantik lahirnya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
“Program ini menjadi langkah awal menuju usaha masyarakat yang lebih mandiri, maju, dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh proses berjalan baik berkat dukungan semua stakeholder,” pungkas Arif.