Bagi yang berada di gedung bertingkat, penggunaan lift harus dihindari karena berpotensi mengalami gangguan listrik atau kerusakan akibat gempa. Setelah guncangan berhenti, evakuasi sebaiknya dilakukan melalui tangga darurat dengan tertib.
3. Waspadai Benda yang Berpotensi Jatuh
Lemari, rak buku, lampu gantung, kaca, hingga peralatan elektronik dapat menjadi sumber bahaya saat gempa. BMKG menyebut bahwa banyak korban cedera terjadi akibat tertimpa benda-benda tersebut ketika guncangan berlangsung.
Karena itu, masyarakat disarankan menjauh dari jendela, kaca, lemari tinggi, atau benda berat yang tidak terpasang dengan baik pada dinding saat gempa terjadi.
4. Keluar dengan Tertib Setelah Guncangan Berhenti
Setelah gempa mereda, langkah berikutnya adalah keluar dari bangunan secara tertib menuju area terbuka yang aman. BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi beberapa menit hingga beberapa jam setelah gempa utama.
Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 2,0 Guncang Wilaya Sukabumi, BMKG Sebut Ini
Selain itu, penting untuk memeriksa apakah terdapat kebocoran gas, korsleting listrik, atau kerusakan bangunan yang berpotensi membahayakan penghuni rumah.
Selain mengetahui langkah penyelamatan saat gempa, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi sejak dini. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memastikan perabot berat terpasang dengan baik, mengetahui jalur evakuasi, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, senter, dan perlengkapan darurat lainnya.
Sebagai negara yang rawan gempa bumi, kesiapsiagaan menjadi salah satu kunci utama untuk mengurangi risiko korban. Dengan memahami langkah yang tepat saat gempa terjadi, masyarakat dapat meningkatkan peluang keselamatan bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Siti Balqis Sari Manah (magang)