BOGOR, CEKLISSATU - Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga memiliki tingkat aktivitas gempa bumi yang cukup tinggi. Gempa dapat terjadi kapan saja dan sering kali datang tanpa peringatan, sehingga masyarakat perlu memahami langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan saat merasakan guncangan.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), salah satu penyebab utama korban saat gempa bukan hanya karena getaran itu sendiri, tetapi juga akibat tertimpa benda atau material bangunan yang roboh. Oleh karena itu, tindakan yang tepat dalam beberapa detik pertama sangat penting untuk mengurangi risiko cedera.
1. Lindungi Kepala dan Cari Tempat Aman
BMKG menjelaskan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan ketika merasakan gempa di dalam rumah adalah melindungi kepala dan tubuh dari kemungkinan reruntuhan. Masyarakat disarankan segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau tempat aman lainnya yang dapat melindungi dari benda jatuh.
Baca Juga: HIDROGENPASTA, Inovasi Anak Bangsa Penghemat Listrik hingga 70 Persen
Dalam berbagai materi edukasinya, BMKG juga memperkenalkan prinsip “Drop, Cover, and Hold On”, yaitu merunduk, berlindung di bawah meja atau furnitur yang kuat, lalu berpegangan hingga guncangan berhenti. Langkah ini dinilai lebih aman dibanding langsung berlari keluar saat gempa masih berlangsung.
2. Hindari Panik dan Jangan Gunakan Lift
Saat gempa terjadi, kepanikan sering membuat seseorang mengambil keputusan yang berisiko. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berebut keluar bangunan ketika guncangan masih berlangsung.